Example 300250
DaerahMamuju TengahPendidikan

Langkah Nyata Pendidikan : Tahun 2025, Pemkab Mateng Berhasil Kembalikan 271 Anak Tidak Sekolah ke Bangku Belajar

×

Langkah Nyata Pendidikan : Tahun 2025, Pemkab Mateng Berhasil Kembalikan 271 Anak Tidak Sekolah ke Bangku Belajar

Sebarkan artikel ini

Mateng, 8enam.com.-Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di “Bumi Laila Tasisara”.

Sepanjang tahun 2025, melalui koordinasi intensif berbagai lini, Pemkab Mateng tercatat berhasil mengembalikan sedikitnya 271 Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali mengenyam pendidikan.

Keberhasilan ini merupakan bagian dari akselerasi program pengentasan ATS yang menjadi salah satu isu prioritas pembangunan daerah di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju Tengah guna memastikan hak dasar setiap anak untuk mendapatkan edukasi terpenuhi.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026) Kepala Dinas Pendidikan Mamuju Tengah, Marhudding menuturkan, data ATS Kabuoayen Mamuju Tengah yang ada di dashboard DO LTM, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Sebanyak 2275

“Target Tahun 2025 sebanyak 500 ATS yang akan dikembalikan ke jenjang pendidikan formal maupun non formal, yang Realisasi Tahun 2025 sebanyak 271 ATS yang berhasil dikembalikan,” ungkapnya.

Hasil Kolaborasi Lintas Sektor

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah yang bersinergi dengan pemerintah kecamatan, desa, hingga tingkat RT. Pendekatan “jemput bola” dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab anak putus sekolah, mulai dari kendala ekonomi, akses geografis, hingga faktor sosial lingkungan.

Langkah ini selaras dengan semangat pembangunan Sulawesi Barat yang menekankan pada pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sebagaimana arahan Gubernur Sulawesi Barat dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Taki Siola ini adalah program untuk mengembalikan anak putus sekolah ke bangku sekolah yang saat ini masih jadi isu nasional termasuk di Mamuju Tengah ini masih banyak anak yang putus sekolah,” Ungkap Kepala Dinas Pendidikan Mateng, Marhudding saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (9/4/2026).

Dukungan Fasilitas dan Motivasi

Proses pengembalian 271 anak ini tidak hanya sekadar mendata ulang, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pendampingan agar tidak kembali putus sekolah. Upaya tersebut mencakup:

Advokasi Orang Tua: Memberikan pemahaman kepada keluarga akan pentingnya wajib belajar sebagai investasi masa depan.

Bantuan Perlengkapan: Penyaluran bantuan alat tulis, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya untuk meringankan beban ekonomi.

Jalur Formal dan Non-Formal: Bagi anak yang terkendala usia, pemerintah memfasilitasi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk program penyetaraan (Paket A, B, dan C).

“Bagi anak anak yang mau melanjutkan kependidikan formal kita siapkan begitupun yang mau melanjutkan ke pendidikan non formal kita juga siapkan,” ujarnya.

Marhudding juga menyampaikan bahwa, implementasi dari Taki Siola ini selain melakukan pendataan, pemberian baju seragam, juga diberikan beasiswa.

Komitmen Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menegaskan bahwa angka 260 anak ini merupakan capaian penting yang akan terus ditingkatkan. Pemkab berkomitmen untuk terus menyisir wilayah-wilayah pelosok guna memastikan program “Kembali Bersekolah” menjangkau setiap anak yang membutuhkan.

Dengan kembalinya ratusan anak ke bangku sekolah pada tahun 2025, Kabupaten Mamuju Tengah optimistis dapat menekan angka anak tidak sekolah secara signifikan dan menciptakan generasi muda yang lebih kompetitif dan berdaya saing di masa depan.

“Ditengah keterbatasan anggaran ditahun 2026 ini, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin agar anak putus sekolah bisa kembali ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan seperti yang kita harapkan, dengan target 300 ATS dikembalikan ke Sekolah,” ungkapnya.

Editor: Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *