Mamuju, 8enam.com.-Sektor konstruksi Sulawesi Barat menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), nilai konstruksi Bumi Manakarra pada Triwulan IV 2025 tumbuh 4,42 persen secara quarter-to-quarter (Q-to-Q). Angka ini secara signifikan melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 3,94 persen.
Capaian impresif ini menunjukkan adanya akselerasi nyata dalam realisasi proyek infrastruktur serta peningkatan aktivitas pembangunan di seluruh wilayah Sulawesi Barat pada periode akhir tahun anggaran.
Infrastruktur Sebagai Mesin Ekonomi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, menyatakan bahwa tren positif ini adalah buah dari komitmen Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) yang menjadikan infrastruktur sebagai motor penggerak ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur adalah instrumen utama kami untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Hasil ini membuktikan bahwa strategi pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat,” ujar Surya Yuliawan, Senin (26/01/2026).
Ajakan “Tancap Gas” Bagi Pelaku Jasa Konstruksi
Meski mencatatkan pertumbuhan Q-to-Q yang tinggi, Surya mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpuas diri. Ia menekankan perlunya koordinasi intensif antara pemerintah dan pelaku jasa konstruksi agar tren positif ini terjaga secara konsisten.
“Seluruh pelaku jasa konstruksi harus merespons capaian ini secara komprehensif. Kita perlu ‘tancap gas’ dan memperkuat fasilitasi agar indikator pembangunan tahun 2026 dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terukur, dan maksimal,” tambahnya.
Akurasi Data BPS
Analisis kinerja ini merujuk pada data resmi Angka Sementara Pertumbuhan Nilai Konstruksi Triwulan IV 2025 dari BPS. Selain pertumbuhan Q-to-Q yang unggul, Sulawesi Barat juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,73 persen secara year-on-year (Y-on-Y) dan 0,33 persen secara cumulative-to-cumulative (C-to-C). (Rls)







