Mamuju, 8enam.com.-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan strategis ke jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulbar untuk memperkuat koordinasi antara ulama dan umara (pemerintah). Pertemuan ini bertujuan menjaga harmoni sosial, stabilitas keamanan, serta ketahanan umat di tengah dinamika global dan tantangan media sosial.
Langkah ini selaras dengan visi Pancadaya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan memiliki ketahanan nasional yang kuat.
Dakwah Berbasis Kebangsaan dan Mitigasi
Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menekankan bahwa peran ulama sangat krusial dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif informasi digital. Ia mendorong agar materi dakwah kini lebih integratif, menyisipkan nilai wawasan kebangsaan serta edukasi mitigasi bencana.
“Menjelang Ramadan, kita berharap MUI menjadi rujukan utama dalam menyelaraskan materi dakwah yang menyejukkan. Dakwah tidak hanya soal religi, tapi juga bagaimana mengajak umat peduli terhadap pembangunan daerah dan kewaspadaan terhadap bencana,” ujar Darwis.
Dorong Ekonomi Syariah dan Sertifikasi Halal
Dalam dialog tersebut, pengurus MUI Sulbar, Samsumarlin, menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam akselerasi ekonomi syariah, khususnya fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha dan rumah potong unggas di enam kabupaten.
Isu strategis lainnya yang dibahas adalah optimalisasi wakaf uang sebagai instrumen penguatan ekonomi umat. Hal ini dinilai penting untuk menyambut arus investasi yang masuk ke Sulawesi Barat, agar masyarakat lokal siap secara mental dan ekonomi berbasis syariah.
Bentengi Umat dari Radikalisme
Sekretaris MUI Sulbar, M. Sahlan, bersama jajaran pengurus juga menyampaikan komitmennya dalam menangkal paham radikalisme, aliran menyimpang, hingga isu moral seperti pornografi dan miras. MUI menyatakan kesiapannya memberikan edukasi berkelanjutan, namun tetap membutuhkan sinergi regulasi dan pengawasan ketat dari instansi terkait.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan bahwa kolaborasi yang solid antara Kesbangpol dan MUI adalah kunci utama untuk memastikan Sulawesi Barat tetap menjadi daerah yang damai, toleran, dan religius bagi seluruh masyarakatnya. (Rls)







