Sabtu , November 29 2025
Home / Daerah / Keputusan Sulit Anggaran 2026 : Gubernur Suhardi Duka Hadiri Rakor FKUB, Terpaksa Hentikan Bantuan Rumah Ibadah Demi BPJS dan Beasiswa

Keputusan Sulit Anggaran 2026 : Gubernur Suhardi Duka Hadiri Rakor FKUB, Terpaksa Hentikan Bantuan Rumah Ibadah Demi BPJS dan Beasiswa


Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), mencatatkan sejarah baru dengan menjadi Gubernur pertama yang secara langsung menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Daerah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar di Aula Kantor Kanwil Kemenag Sulbar, Senin, 24 November 2025.

Kehadiran SDK dalam Rakor yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Ketua FKUB Provinsi dan pengurus FKUB dari enam kabupaten, serta sejumlah pejabat daerah lainnya, menjadi penanda pentingnya peran tokoh agama dalam pemerintahan.

Dalam sambutannya, Gubernur SDK memaparkan secara transparan tantangan besar yang dihadapi Pemprov Sulbar terkait pendanaan pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran ketat dari pusat.

Prioritas Mutlak : Subsidi BPJS dan Beasiswa

Secara terbuka, SDK mengungkapkan keputusan sulit yang harus diambil pemerintah provinsi. Meskipun selama ini Pemprov rutin menyalurkan hibah kepada lembaga keagamaan dan sosial, bantuan rumah ibadah terpaksa dihentikan sementara pada tahun 2026.

Keputusan ini diambil bukan karena ketidakpedulian, melainkan demi mengamankan program-program prioritas yang bersifat mandatori dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Saya sangat peduli pada rumah ibadah tanpa membedakan agama, tapi kali ini memang tidak bisa. Daripada kita hentikan subsidi BPJS atau beasiswa, itu jauh lebih parah,” tegasnya.

Oleh karena itu, Gubernur SDK meminta para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk membantu memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada masyarakat terkait kondisi keuangan daerah saat ini.

FKUB Sebagai Garda Terdepan Kerukunan

Sebelumnya, Ketua FKUB Sulbar, Sahabuddin Kasim, menekankan bahwa FKUB merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang beragam dan majemuk.

“Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan,” jelas Sahabuddin. Ia menambahkan, FKUB adalah rumah bersama untuk berdiskusi secara setara, baik isu keagamaan maupun persoalan sosial ekonomi, demi memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada umat.

Sulbar Kebut Program Strategis 2026

Meskipun menghadapi keterbatasan, Gubernur SDK optimis berkat komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah pusat, anggaran yang masuk ke Sulbar masih cukup besar.

Ia juga memaparkan beberapa program unggulan yang akan didorong pada 2026, termasuk:

Program Padat Karya: Alokasi anggaran sekitar Rp70 miliar yang akan dikerjakan langsung oleh masyarakat tanpa melalui kontraktor, bertujuan untuk memberikan penghasilan sekaligus hasil pembangunan bagi warga.

Penanganan Kemiskinan dan Stunting: Intervensi akan dikerjakan melalui program PASTIPADU dengan menargetkan sekitar 120 desa yang penentuannya diserahkan kepada masing-masing bupati.

Pendanaan Baru: Pemprov tengah mengupayakan pendanaan melalui skema pengelolaan karbon mengingat Sulbar merupakan penghasil karbon besar.

Perbaikan Tata Ruang: Pada 27 November 2025, Gubernur berencana mengajukan perbaikan tata ruang kepada Menteri Kehutanan, menyusul luasnya kawasan hutan yang menghambat pengembangan perkebunan dan fasilitas pemerintahan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Suhardi Duka berharap Rakor FKUB dapat menghasilkan keputusan konstruktif yang dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Provinsi dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah kondisi keuangan yang penuh tantangan. (Rls)

Check Also

Berkelas Nasional : Kajian Peluang Investasi Industri Kopi Mamasa Masuk 10 Besar Memo Investasi Kementerian Investasi RI

Jakarta, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah Kajian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *