Pasangkayu, 8enam.com.-Guna memastikan stabilitas fiskal dan pencapaian target penerimaan tahun 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pelayanan Pajak Daerah Pasangkayu melakukan langkah proaktif. Plt. Kepala UPTD Pasangkayu, Kasfiani Darwis, menggelar koordinasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Rabu (4/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bapenda Kabupaten Pasangkayu ini fokus pada optimalisasi empat sektor pendapatan krusial: Opsen PKB, Opsen BBNKB, Pajak Air Permukaan (PAP), serta Opsen Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Optimalisasi Skema Opsen Pasca Implementasi 2025
Langkah ini merupakan bagian dari misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Sejak Januari 2025, skema opsen pajak telah diberlakukan, di mana penerimaan PKB dan BBNKB langsung terdebet setiap hari ke kas daerah masing-masing kabupaten.
“Kami ingin memastikan implementasi opsen berjalan transparan dan memberikan dampak langsung terhadap penguatan kapasitas fiskal daerah. Kolaborasi teknis dan sinkronisasi data dengan Pemkab Pasangkayu adalah kunci agar tidak ada potensi pendapatan yang terlewat,” ujar Kasfiani Darwis.
Kolaborasi Penagihan Bersama
Rombongan UPTD diterima langsung oleh Kepala Bapenda Kabupaten Pasangkayu, Andi Baso. Kedua belah pihak menyepakati penguatan strategi penagihan bersama sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah diteken sebelumnya. Fokus utama adalah integrasi data wajib pajak agar proses pemungutan lebih akurat dan efektif.
Sinergi sebagai Penentu Keberhasilan
Secara terpisah, Kepala Bapenda Provinsi Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menekankan bahwa keberhasilan skema opsen sangat bergantung pada seberapa solid koordinasi di tingkat lapangan.
“Dengan sistem yang sudah berjalan otomatis, konsolidasi data antara provinsi dan kabupaten menjadi faktor penentu. Sinergi ini memastikan pengelolaan pajak daerah semakin profesional dan berkontribusi signifikan bagi pembangunan di Pasangkayu maupun Sulawesi Barat secara umum,” tegas Wahab.
Melalui sinergi ini, diharapkan tren positif penerimaan PAD dapat terus terjaga sepanjang tahun 2026, guna mendukung penyediaan pelayanan dasar yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. (Rls)







