Example 300250
DaerahEkonomi & BisninMamuju

Kawal Bantuan Benih Kakao Tepat Sasaran, Disbun Sulbar Perketat Verifikasi CPCL Lewat Kolaborasi Lintas Bidang

×

Kawal Bantuan Benih Kakao Tepat Sasaran, Disbun Sulbar Perketat Verifikasi CPCL Lewat Kolaborasi Lintas Bidang

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat memastikan program bantuan penyediaan benih kakao tahun 2026 berjalan tanpa kendala. Melalui rapat kolaborasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, Senin (26/01/2026), seluruh bidang diinstruksikan untuk memperketat proses verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

​Langkah ini merupakan implementasi misi pertama Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di sektor perkebunan.

Sinkronisasi Data Hindari Salah Sasaran

​Bertempat di Ruang Kerja Kadisbun, rapat ini memfokuskan pada penyamaan persepsi terkait pendataan calon penerima manfaat. Faizal Thamrin menegaskan bahwa data petani dan lokasi harus akurat untuk menjamin bantuan benih benar-benar jatuh ke tangan yang tepat dan lahan yang produktif.

​“Melalui rapat kolaborasi ini, kita ingin memastikan pelaksanaan CPCL lebih optimal, tepat waktu, dan tepat sasaran. Akurasi data adalah kunci agar program ini mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan,” tegas Faizal Thamrin.

Tahapan Verifikasi yang Komprehensif

​Rapat membahas secara mendalam setiap tahapan, mulai dari:

  • Pendataan: Seleksi calon petani sesuai kriteria teknis.
  • Verifikasi Lokasi: Peninjauan kesiapan lahan agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kakao.
  • Distribusi: Kesiapan logistik benih agar sampai ke tangan petani dalam kondisi prima.

Sinergi dan Transparansi

​Seluruh kepala bidang menyatakan komitmennya untuk meningkatkan transparansi proses CPCL. Koordinasi intensif tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten untuk memastikan tidak ada duplikasi bantuan dan efektivitas anggaran tercapai.

​Dengan persiapan yang matang ini, Dinas Perkebunan Sulbar optimis sektor kakao kembali menjadi primadona ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat perkebunan di Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *