Majene, 8enam.com.-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat melalui UPTD Pelayanan Pajak Majene terus melakukan inovasi guna memberikan kemudahan bagi masyarakat. Melalui layanan Samsat Keliling (Samkel), Bapenda Sulbar kini menyapa warga di Kecamatan Malunda dan Kecamatan Tubo, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara UPTD Pelayanan Pajak Majene dengan Pemerintah Kabupaten Majene. Langkah “jemput bola” ini bertujuan agar masyarakat dapat menunaikan kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.
Sinergi Provinsi dan Kabupaten untuk Pelayanan Dasar
Pelaksanaan layanan ini dipimpin oleh Kasubag Kepegawaian dan Tata Usaha UPTD Pelayanan Pajak Majene, Dauliyah, didampingi Sekretaris Bapenda Kabupaten Majene, Hasri. Sinergi ini merupakan implementasi nyata dari misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam mewujudkan pelayanan dasar yang merata, berkualitas, dan akuntabel di seluruh wilayah Sulbar.
”Kami ingin memastikan setiap warga, termasuk yang berada di wilayah pelosok, mendapatkan hak pelayanan publik yang sama. Kehadiran kami di Malunda dan Tubo disambut sangat antusias oleh warga,” ujar Dauliyah.
Komitmen Pelayanan Berkelanjutan
Kepala Bapenda Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa mobilitas layanan seperti Samsat Keliling adalah kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
“Kami terus mendorong UPTD untuk aktif menghadirkan layanan langsung. Samsat Keliling tidak hanya soal kemudahan, tetapi juga tentang transparansi dan kecepatan pelayanan publik di bidang pendapatan daerah,” tegas Abdul Wahab.
Senada dengan hal tersebut, Dauliyah menambahkan bahwa layanan ini akan menjadi agenda rutin. “Setelah Lebaran Idul Fitri nanti, kami sudah menjadwalkan kembali untuk turun ke kecamatan-kecamatan lain di wilayah Majene,” tambahnya.
Transparan dan Akuntabel
Melalui program ini, masyarakat kini dapat mengurus administrasi kendaraan dengan lebih praktis. Kehadiran Samsat Keliling diharapkan mampu membangun kesadaran warga dalam membayar pajak, yang nantinya akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di Sulawesi Barat. (Rls)







