Mamuju, 8enam.com.-Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memantapkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam melalui Rapat Pembahasan Perjanjian Kinerja Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah, Senin (26/01/2026). Fokus utama di tahun 2026 diarahkan pada konservasi Cekungan Air Tanah (CAT) Polewali guna menjamin ketersediaan air tanah di masa depan.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari misi ke-4 Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam membangun infrastruktur yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Desa Gattungan Jadi Titik Fokus Konservasi
Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah, Wisnu Hasta Praja, menjelaskan bahwa indikator kinerja bidangnya tahun ini dititikberatkan pada terjaganya persentase luas konservasi air tanah. Target capaian ditetapkan sebesar 1,9 persen dari total luas CAT Polewali.
“Kami mengarahkan kegiatan teknis pada pengumpulan dan pengolahan data zona konservasi air tanah yang dipusatkan di Desa Gattungan, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar,” jelas Wisnu di hadapan para pejabat fungsional penyelidik bumi.
Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Di tempat terpisah, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menekankan bahwa tantangan anggaran tidak boleh menghambat pencapaian target kinerja. Ia menginstruksikan jajarannya untuk tetap produktif dengan melakukan berbagai langkah kreatif.
“Target perjanjian kinerja tahun 2026 perlu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia, namun harus diiringi dengan berbagai inovasi agar hasil yang dicapai tetap optimal,” tegas Bujaeramy.
Target Berbasis Data
Melalui kajian di wilayah CAT Polewali ini, Bidang Geologi berharap pelaksanaan program dapat berjalan lebih terarah dan berbasis data (evidence-based). Hasil dari pengolahan data di Desa Gattungan nantinya akan menjadi kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem sumber daya air tanah yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat di Polewali Mandar. (Rls)







