
Mamuju, 8enam.com.-Pada debat publik Bupati dan Wakil Bupati Mamuju putaran terakhir yang berlangsung di hotel Maleo Mamuju, Paslon nomor urut 1, Sutinah-Ado menyinggung gerakan Mamuju Mappaccing yang merupakan program unggulan seratus hari Habsi-Irwan di periode pertamanya.
“Setahu saya bapak punya program unggulan Mamuju Mappaccing, berapa besar intervensi anggaran dalam rangka program tersebut, dan apa kendala dalam merealisasikan program tersebut,” tanya Sutinah di hadapan forum debat publik, Rabu (2/11/2020).
Menjawab pertanyaan tersebut, Cawabup petahana, Irwan SP Pababari mengatakan, “Mamuju Mappaccing adalah sebuah program seratus hari pada saat kami terpilih di periode pertama,” pungkas Irwan.
Irwan memandang bahwa Ibu Kota Mamuju adalah bahagian dari Ibu kota Provinsi dan sampul luar Sulawesi Barat.
“Dibeberapa tahun sebelumnya menurut kami ini gagal (program Mamuju Mappacing), amburadul, serba tidak teratur. Banyak jalanan yang dulunya ada, hilang,” ungkap Irwan Calon Wakil Bupati Nomor 2.
Irwan memaparkan, untuk mengkonkretkan program ini, kedepan kami konsep dengan melibatkan masyarakat secara menyeluruh.
“Jadi ada pemberdayaan masyarakakat yang tidak lagi, itu dimotori semata-mata dari ASN yang kami turunkan. Kami akan bangun kelompok-kelompok di tengah-tengah masyarakat, pak RT, pak RW dan seterusnya,” katanya.
“Bahkan kami ada gerakan mamuju mappaccing itu satu jam. Di satu jam itu, pada jam 9, katakanlah pada jam 9, orang semua keluar rumah untuk melakukan kebersihan di wilayah masing-masing. Keluar rumah, bersama-sama dengan kami turun, satu jam itu. Ada yang bikin bubur kacang ijo, ada yang bikin pisang goreng, ada yang bikin apa. Yang kemudian itu dikelolah secara pemberdayaan masyarakat,” beber Irwan. (Ach/edo)
8enam.com Media Online Sulawesi Barat