Mamuju, 8enam.com.-Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam menciptakan pendidikan inklusif terus menunjukkan progres nyata. Kepala Dinas Sosial P3A dan PMD Sulbar, Darmawati, menggelar pertemuan strategis bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar guna membahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Rabu (18/2/2026).
Program ini merupakan salah satu langkah kunci untuk mewujudkan misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Progres Fisik: Tahap Pembersihan Lahan Dimulai
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kadinsos tersebut, terungkap bahwa proyek mercusuar di bidang sosial-pendidikan ini telah memasuki tahapan awal pekerjaan lapangan.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sudah memasuki tahap pembersihan (land clearing), penimbunan, dan perataan lahan. Kami terus berkoordinasi agar tahapan awal ini segera rampung sehingga konstruksi bangunan bisa berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Darmawati.
Sinergi Lintas Sektor untuk Investasi Jangka Panjang
Darmawati, yang didampingi Kabid Linjamsos Rehsos, Surdin, serta Kabid Dayasos, Andi Muhammad Yasin, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi bukan sekadar proyek fisik gedung sekolah biasa.
Fasilitas ini dirancang sebagai solusi bagi keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa hambatan biaya. Oleh karena itu, sinergi dengan Dinas PUPR sangat krusial dalam memastikan spesifikasi bangunan memenuhi standar pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Percepatan pembangunan harus dibarengi dengan perencanaan matang dan sinergi lintas OPD. Kita ingin sekolah ini segera berdiri dan memberi manfaat nyata bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Wujudkan Pendidikan Inklusif
Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan menjadi model pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial bagi warga binaan Dinas Sosial. Melalui kolaborasi erat antara Dinsos dan PUPR, Pemprov Sulbar optimis target penyediaan fasilitas pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dapat segera tercapai. (Rls)






