Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mempertegas komitmennya dalam menjaga pilar utama pembangunan manusia. Melalui rapat evaluasi Program Kesehatan Keluarga di Aula Ammana Wewang, Senin (30/3/2026), DKPPKB melakukan pembedahan mendalam terhadap strategi penguatan layanan bagi ibu dan anak di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Putri Anindy, ini menjadi wadah krusial untuk mengukur efektivitas intervensi kesehatan di tingkat komunitas serta merumuskan solusi atas tantangan pelayanan di lapangan.
Kesehatan Ibu dan Anak: Fondasi SDM Malaqbi
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa indikator kesehatan ibu dan anak bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari kualitas masa depan daerah. Evaluasi berkala ini dilakukan untuk memastikan setiap fasilitas kesehatan memberikan dampak nyata yang terukur bagi masyarakat.
“Penguatan kesehatan ibu dan anak adalah prioritas utama kami. Ini adalah fondasi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Melalui evaluasi ini, kita memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.
Sinkronisasi Panca Daya Gubernur SDK
Langkah strategis ini merupakan pengejawantahan dari program Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), khususnya dalam misi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. SDM yang unggul hanya dapat dicapai jika pemenuhan hak kesehatan dasar bagi ibu dan anak terpenuhi sejak dini secara berkelanjutan.
Sinergi Lintas Program dan Keberlanjutan Layanan
Dalam pertemuan tersebut, DKPPKB menekankan pentingnya sinergi antara layanan kesehatan primer dengan program pengendalian penduduk. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan balita, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis.
Melalui penguatan strategi ini, DKPPKB Sulawesi Barat optimis dapat menurunkan angka risiko kesehatan pada ibu dan anak, sekaligus memastikan pembangunan kesehatan di Bumi Manakarra berjalan secara inklusif dan berkualitas. (Rls)







