Jakarta, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus bergerak agresif memastikan akses komunikasi menjangkau hingga ke wilayah pelosok. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, melakukan pertemuan strategis dengan Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Darien Aldiano, di Gedung Centennial Tower, Jakarta, Senin (02/02/2026).
Langkah jemput bola ini merupakan instruksi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), guna mempercepat pemerataan infrastruktur telekomunikasi di Bumi Manakarra agar tidak ada lagi wilayah yang terisolasi secara digital.
Peluang BTS Seluler Baru di Tahun 2026
Dalam pertemuan tersebut, Ridwan Djafar mendiskusikan peluang Sulawesi Barat untuk kembali mendapatkan bantuan Base Transceiver Station (BTS) seluler di tahun 2026. Saat ini, BAKTI Komdigi bersama para operator seluler (provider) tengah melakukan kajian teknis terkait titik-titik prioritas nasional.
”Sulawesi Barat dinilai memiliki peluang besar untuk mendapatkan bantuan BTS seluler baru tahun ini. Hal ini sejalan dengan agenda nasional dalam pemerataan jaringan telekomunikasi hingga ke daerah terdepan dan tertinggal,” ungkap Ridwan Djafar usai pertemuan.
Bantuan Internet 2025 Rampung Maret Mendatang
Selain membahas rencana tahun 2026, Ridwan juga melaporkan progres signifikan bantuan internet hasil lobi Gubernur SDK pada September 2025 lalu. Sebanyak 171 titik layanan yang tersebar di enam kabupaten se-Sulawesi Barat kini sedang dalam tahap finalisasi.
“Bantuan internet untuk 171 titik di enam kabupaten ini merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah. Program ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Maret 2026 mendatang,” tegasnya.
Pemda Diminta Segera Usulkan Lokasi Prioritas
Terkait alokasi bantuan internet tahun anggaran 2026, pihak BAKTI Komdigi mengonfirmasi bahwa saat ini masih dalam tahap analisis kebijakan. Namun, Pemerintah Daerah diminta tetap proaktif mengusulkan lokasi-lokasi (spot) strategis sesuai mekanisme yang berlaku.
Ridwan menegaskan bahwa Dinas KominfoSS akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar layanan telekomunikasi yang merata dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah pedalaman. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi digital, kualitas pendidikan, dan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. (Rls)







