Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda Tasiu, Kecamatan Kalukku, Kamis malam (15/01/2026). Di hadapan ratusan jamaah, Gubernur SDK membawa pesan mendalam tentang kepemimpinan yang humanis dan komitmen kesejahteraan rakyat.
Kehadiran Gubernur yang didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan tim ahli ini disambut hangat oleh masyarakat Kalukku. Momentum keagamaan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemimpin dan rakyatnya.
Kepemimpinan sebagai Wujud Kasih Sayang
Dalam sambutannya, Gubernur SDK menegaskan bahwa orientasi utama setiap pemimpin—mulai dari tingkat daerah hingga Presiden RI Prabowo Subianto—adalah kecintaan kepada rakyat. Menurutnya, kebijakan publik yang diambil merupakan wujud dari rasa kasih sayang pemimpin agar masyarakatnya sejahtera.
“Tidak ada pemimpin yang tidak menyayangi rakyatnya. Komitmen ini terlihat jelas dari kebijakan Presiden Prabowo, seperti alokasi anggaran besar untuk gizi anak agar tidak ada lagi yang kelaparan, serta penggandaan subsidi pupuk dari 9 juta ton menjadi 18 juta ton demi kemakmuran petani,” ujar Suhardi Duka.
Transformasi Pendidikan dan Infrastruktur Sulbar
Gubernur juga memaparkan langkah-langkah konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam membenahi berbagai sektor layanan dasar. Beberapa poin utama yang menjadi atensi Gubernur meliputi:
- Akses Pendidikan: Mendukung program “Sekolah Rakyat” agar anak kurang mampu tetap bisa bersekolah dengan fasilitas layak.
- Layanan Kesehatan: Perbaikan bertahap pada sistem dan fasilitas kesehatan daerah.
- Infrastruktur: Penanganan hambatan pembangunan sedikit demi sedikit demi kemajuan wilayah.
“Kunci pembangunan daerah adalah keadilan. Jika pemerintah mencintai rakyat tanpa membeda-bedakan dan mendahulukan kepentingan yang utama, maka rakyat akan ikut bersinergi. Itulah cara kita membawa Sulawesi Barat maju,” tegasnya.
Ungkapan Kerinduan kepada Masyarakat Kalukku
Momen mengharukan terjadi saat Gubernur SDK menyampaikan alasannya hadir di Tasiu. Ia mengaku membatalkan sejumlah agenda lain demi memenuhi undangan masyarakat Kalukku.
“Begitu saya mendengar masyarakat Kalukku rindu, hati saya sangat tersentuh. Saya juga rindu masyarakat Kalukku. Takdir membawa saya berdiri di sini sebagai Gubernur, dan saya meyakini amanah ini adalah kehendak Allah SWT yang harus saya pertanggungjawabkan dengan melayani bapak-ibu sekalian,” ucap SDK dengan nada haru.
Menutup arahannya, Gubernur mengajak jamaah menjadikan hikmah Isra Mi’raj sebagai momentum memperkuat keimanan serta menjaga persatuan di Sulawesi Barat agar tetap kondusif dan penuh keberkahan. (Rls)







