
Mateng, 8enam.com.-Bupati Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), H.Aras Tammauni sebut, Kabupaten Mateng adalah indonesia mini. Hal tersebut di sampaikannya saat apel besar 4 pilar Kepala Desa, Babinkamtibmas, Babinsa dan penyuluh agama/Da’i Kamtibmas, tentang optimalisasi kerjasama dalam mendukung percepatan pembangunan desa wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, Selasa (12/12/2017).
Dia katakan, Mamuju Tengah ini masyarakatnya beragam suku, ada Bugis, Mandar, Toraja, Mamasa, Bali, Jawa, Lombok sampai dengan orang Timor-timor ada di Mateng. Meskipun berbagai macam suku, etnis dan budaya, tetapi disini (Mateng red) aman-aman saja, karena apabila ada permasalahan selalu diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
“Mungkin kalau daerah lain bisa mencontohi daerah Mateng, saya yakin akan aman semua, karena semua sudah mampu membedakan mana urusan agama dan mana yang urusan politik sehingga tidak mencampur adukan,” ungkap H. Aras.
Meskipun demikian, pihaknya juga mengajak masyarakat tidak boleh lengah tentang Teroris, Narkoba dan lain lain dengan keadaan aman. Karena pihaknya mengaku sudah kecolongan terkait NARKOBA yang sudah masuk didaerah Mateng ini. Dan menurut pengamatanya, ada yang melibatkan oknum aparat.
Terkait pengelolaan Dana Desa lanjutnya, sekarang sudah melibatkan pihak Polri dalam pengawasannya, itu semua dengan tujuan supaya anggaran desa dapat tersalurkan dengan baik sesuai apa yang diharapkan pemerintah pusat
“Mateng ini kabupaten baru tapi sudah mampu memperoleh predikat WTP dari BPK RI perwakilan Sulbar 2 tahun berturut turut. Ini saya sampaikan kepada Kepala Desa agar betul-betul dalam pengelolaan Dana Desa yang ada,” ujarnya.
“Saya minta dari pihak polisi dan kejaksaan dapat mengawasi semua pekerjaan yang ada didaerah Mateng, agar kita bisa membangun daerah kita ini,” pungkasnya. (Ysn Hms/Ra)