Example 300250
DaerahMamuju

Gubernur SDK Rombak Total Manajemen RSUD Sulbar : “Buang Kultur Lama, Fokus Melayani Rakyat!”

×

Gubernur SDK Rombak Total Manajemen RSUD Sulbar : “Buang Kultur Lama, Fokus Melayani Rakyat!”

Sebarkan artikel ini


Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Bumi Manakarra. Bertempat di Kantor Gubernur, SDK secara resmi melantik 13 pejabat administrator dan pengawas yang akan mengisi posisi strategis di UPTD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar, Selasa (06/01/2026).

Pelantikan ini menjadi sinyal kuat dimulainya reformasi total di tubuh rumah sakit plat merah tersebut, yang menurut Gubernur saat ini sedang dalam kondisi “tidak baik-baik saja”.

Tim Solid Tanpa Intervensi

Gubernur SDK menegaskan bahwa 13 nama yang dilantik murni berdasarkan usulan direktur rumah sakit. Langkah ini diambil bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk memastikan Direktur RSUD memiliki tim yang solid dan profesional tanpa adanya titipan politik atau intervensi pimpinan daerah.

“Saya tidak kenal Anda, mungkin Pak Wagub juga tidak kenal Anda. Ini dilakukan agar satu tim bisa bekerja dengan baik melakukan perubahan. Kerja yang lama tinggalkan, kultur yang lama buang, ciptakan kultur yang baru,” tegas SDK di hadapan para pejabat baru.

Keuntungan untuk Layanan, Bukan PAD

Dalam arahannya, SDK mematahkan stigma bahwa rumah sakit daerah selalu merugi. Dengan jumlah pasien yang tinggi, RSUD Regional seharusnya memiliki arus kas yang sehat. Namun, ia menekankan bahwa prioritas utama bukanlah menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Rumah sakit regional itu pasti untung. Tapi kami tidak menjadikan rumah sakit sebagai sumber PAD. Keuntungan itu harus dikembalikan sepenuhnya untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kontrak Kinerja Satu Tahun: Target Naik Kelas

Manajemen baru ini tidak bisa bersantai. Gubernur menetapkan kontrak kinerja ketat selama satu tahun. Jika tidak ada perubahan signifikan dalam mutu pelayanan dan tata kelola, evaluasi total akan kembali dilakukan.

“Kontrak kita satu tahun. Kalau tidak berubah, kita ganti direktur dan kita ganti semuanya. Target kita jelas: RSUD ini harus naik kelas, minimal kelas B, bahkan kalau perlu mengejar kelas A,” ujar SDK dengan nada bicara serius.

Daftar 13 Pejabat RSUD Sulbar yang Dilantik:

Soleman Manggeng: Kabag Tata Usaha
Ika Susanti Sahida: Kabid Pelayanan
Firman Ghazali: Kabid Perencanaan dan Pengembangan
Bahtiar: Kabid Penunjang
Hermawati: Kasubid Keperawatan
Jayasni Salim: Kasubid Penunjang Medik
Kaharudin: Kasubid Penunjang Non-Medik
Hasnah Ramli: Kasubid Pelayanan Medik
Herawati Hamzah: Kasubag Kepegawaian dan Pengembangan SDM
Nirwana: Kasubag Umum, Rumah Tangga, dan Aset
Rasmia A.R: Kasubag Keuangan
Mulyana: Kasubid Program dan Pelaporan
Haisah: Kasubid Pengembangan Data dan Informasi

Dengan perombakan jajaran manajemen ini, masyarakat kini menaruh harapan besar pada RSUD Provinsi Sulbar untuk menjadi fasilitas kesehatan yang responsif, jujur, dan efisien sesuai visi “Sulbar Maju dan Sejahtera”. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *