Example 300250
DaerahPolewali Mandar

Givan : Sampah Adalah Tanggungjawab Kita Bersama

×

Givan : Sampah Adalah Tanggungjawab Kita Bersama

Sebarkan artikel ini

Polewali, 8enam.com.-Memasuki awal januari masyarakat Amola dan Paku menutup akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Penutupan itu dilakukan warga karena keberadaan TPA tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan dan Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim, mengeluarkan surat pernyataan terkait penutupan TPA sampah tersebut pada akhir 2021.

Dengan ditutupnya TPA sampah membuat sampah berserakan di pinggir-pinggir jalan dan menjadi perbincangan dikalangan masyarakat Polman, sebab hanya TPA sampah di Binuang satu-satunya TPA sampah di Polman saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Partai Gelora Polman Mengatakan Sampah itu adalah tanggungjawab kita bersama bukan hanya tanggungjawab pemerintah Berdasarkan Undang – undang No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah “setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan”.

“Ayo kita membuang sampah pada tempatnya, melakukan pemilahan sampah membedakan tempat sampah organik dan anorganik, sehingga Proses daur ulang menjadi lebih mudah, mengurangi jumlah sampah di laut, mengubah hidup dan lingkungan menjadi lebih sehat. Selain itu sampah juga dapat bernilai ekonomi,” ujar Givan Andra Pratama, Kamis (6/1/2022).

Kata Givan, sampah organik dapat dijadikan kompos dan bahkan dapat diubah menjadi sumber energy. Begitu juga dengan sampah Anorganik berupa sampah kertas dan kaca yang dapat langsung dijual ke pengepul, lain halnya sampah plastik yang juga dapat di proses jadi bahan bakar alternative seperti minyak tanah, premium dan solar.

“Saya berharap kepada masyarakat dan Pemerintah Polewali Mandar harus berperan aktif untuk mengurangi menghasilkan sampah, sebab dari studi yang dilakukan oleh McKinsey, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok,” pungkas mantan aktivis UMI itu. (amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *