Example 300250
DaerahMamuju

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,36 Persen, Bapperida Perkuat Strategi Tekan Pengangguran dan Ketimpangan Desa

×

Ekonomi Sulbar Tumbuh 5,36 Persen, Bapperida Perkuat Strategi Tekan Pengangguran dan Ketimpangan Desa

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat memberikan respons cepat terhadap rilis Berita Resmi Statistik (BRS) oleh BPS Sulbar. Berdasarkan analisis makro, ekonomi Sulawesi Barat tahun 2025 tercatat tumbuh solid di angka 5,36 persen, sebuah capaian positif di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK), Sabtu (7/2/2026).

​Meskipun menunjukkan tren inklusif dengan penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan (Gini Ratio) secara total, Bapperida mencatat adanya tantangan struktural pada sektor ketenagakerjaan dan distribusi pendapatan di wilayah perdesaan.

Analisis Empat Indikator Utama

​Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menjelaskan bahwa evaluasi berbasis data ini sangat penting untuk memastikan program kerja tahun 2026 lebih tepat sasaran. Berikut adalah ringkasan performa indikator makro Sulbar:

  • Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 5,36%, menunjukkan stabilitas di tengah efisiensi anggaran.
  • Kemiskinan: Mengalami tren penurunan, menandakan dampak pembangunan mulai dirasakan masyarakat bawah.
  • Gini Ratio: Secara total menurun, namun terdapat kenaikan tipis ketimpangan di wilayah perdesaan.
  • Ketenagakerjaan: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami peningkatan, khususnya pada kelompok perempuan dan masyarakat perkotaan.

Tantangan Pertumbuhan yang Belum Padat Karya

​Bapperida mengidentifikasi bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini belum sepenuhnya optimal dalam menyerap tenaga kerja. Adanya kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan pasar menjadi isu struktural yang harus segera diintervensi.

​”Pertumbuhan kita solid dan inklusif, namun kenaikan TPT menjadi peringatan bahwa kualitas pertumbuhan perlu diperkuat melalui sektor padat karya. Kita perlu memastikan bahwa setiap persen pertumbuhan ekonomi diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang luas,” tegas Amujib.

Langkah Strategis Berbasis Pancadaya

​Sebagai tindak lanjut, Bapperida Sulbar akan menyinkronkan perencanaan ekonomi melalui dokumen RKPD dan KUA-PPAS dengan fokus pada:

  1. Hilirisasi Pertanian & UMKM: Mendorong industri rumah tangga dan ekonomi kreatif agar lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal.
  2. Intervensi Perdesaan: Meningkatkan produktivitas petani dan penguatan koperasi modern untuk menekan ketimpangan desa.
  3. Ketenagakerjaan Inklusif: Program khusus penyerapan tenaga kerja perempuan berbasis komunitas yang fleksibel.

​Amujib menegaskan bahwa kerangka Pancadaya Gubernur SDK menjadi kompas utama untuk memastikan ekonomi Sulbar tidak hanya mengejar angka tinggi, tetapi juga berkualitas dan berkeadilan. Dengan data BPS sebagai basis kebijakan, Pemprov Sulbar berkomitmen menerjemahkan pertumbuhan menjadi kesejahteraan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *