Mamuju, 8enam.com.-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Barat resmi membuka Pasar Ramadhan 1447 Hijriah sebagai upaya membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menggeliatkan sektor ekonomi kreatif. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua DWP Sulbar, Ny. Nurwati Junda, di area gerbang kantor Gubernur Sulbar, Senin (23/2/2026).
Pasar ini didesain strategis untuk memberikan kemudahan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum dalam mencari menu berbuka puasa dan kebutuhan pokok tanpa harus menempuh jarak jauh setelah jam kerja.
Pusat Takjil dan Kebutuhan Pokok yang Strategis
Ketua DWP Sulbar, Ny. Nurwati Junda, menjelaskan bahwa operasional pasar ini disesuaikan dengan jam kerja ASN selama bulan suci, sehingga efektif menjadi solusi belanja praktis.
”Selama Ramadhan, ASN pulang kerja pukul 15.00 WITA. Pasar ini kami buka sejak pukul 13.00 WITA hingga sore hari. Jadi, saat pegawai pulang, mereka bisa langsung singgah. Begitu juga dengan masyarakat umum, kami persilakan berbelanja di sini,” jelas Ny. Nurwati Junda.
Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
Kegiatan ini tidak hanya sekadar tempat jual-beli, tetapi juga menjadi wadah bagi kaum perempuan dan ibu rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Terdapat 24 tenant UMKM yang terlibat, terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pihak swasta.
”Kebutuhan masyarakat saat Ramadhan cenderung meningkat. Melalui pasar ini, kami ingin mendukung UMKM lokal serta memfasilitasi anggota DWP dan masyarakat luas agar lebih mudah mendapatkan kebutuhan berkualitas,” tambahnya.
Berlangsung Selama 12 Hari
Pasar Ramadhan DWP Sulbar dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai dari 23 Februari hingga 7 Maret 2026. Berlokasi tepat di depan bundaran pintu gerbang Kantor Gubernur Sulbar, pasar ini diharapkan menjadi pusat interaksi ekonomi yang sehat dan berkah.
”Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat baik. Kami berharap Pasar Ramadhan DWP tahun 2026 ini berjalan sukses, lancar, dan mampu memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi di Mamuju,” pungkas Ny. Nurwati Junda. (Rls)







