Mamuju, 8enam.com.-Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Barat mencatat tren positif pada pekan pertama monitoring website Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mayoritas instansi mulai menunjukkan keaktifan dalam mempublikasikan program kerja dan capaian kinerja secara mandiri.
Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran OPD yang konsisten mengekspose pemberitaan melalui kanal resmi. Hal ini dinilai sebagai langkah nyata dalam mendukung keterbukaan informasi publik.
Website Sebagai Instrumen Strategis Penilaian Kinerja
Ridwan Djafar menjelaskan bahwa pengelolaan website yang aktif memiliki dampak ganda. Selain memperkuat kualitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), keaktifan ini juga menjadi salah satu indikator pendukung dalam penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Peran kehumasan di setiap OPD memiliki nilai strategis. Website bukan sekadar etalase digital, melainkan instrumen penting untuk memastikan program pemerintah tersampaikan secara akurat dan berkelanjutan kepada masyarakat,” jelas Ridwan.
Sinergi dengan Misi Gubernur SDK-JSM
Penguatan kanal informasi ini merupakan implementasi langsung dari arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM). Melalui program Panca Daya, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Saat ini, Diskominfo Sulbar sedang menjalankan program integrasi kanal informasi satu pintu. Dengan desain yang terintegrasi, seluruh informasi dari OPD akan menjadi referensi utama masyarakat yang mudah diakses dan kredibel.
Harapan Kualitas Konten
Ke depan, Diskominfo mendorong OPD tidak hanya mengejar kuantitas pemberitaan, tetapi juga meningkatkan kualitas narasi yang:
- Informatif: Menyajikan data dan fakta yang jelas.
- Edukatif: Memberikan pemahaman baru bagi masyarakat.
- Bermanfaat: Menjelaskan dampak nyata program terhadap kesejahteraan warga.
“Kami ingin website OPD benar-benar berfungsi sebagai sarana komunikasi publik yang kredibel. Publikasi yang terstruktur akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” pungkas Ridwan. (Rls)







