Mamuju, 8enam.com.-Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat dalam mempersiapkan data teknis untuk Laporan Evaluasi Kinerja Kepala Daerah tahun 2026. Dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sekprov Sulbar, Senin (16/3/2026), sorotan utama tertuju pada kesiapan daerah dalam mengimplementasikan program strategis nasional: Pembangunan 3 Juta Rumah.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (SDK-JSM) untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memastikan masyarakat Sulbar memiliki akses terhadap hunian yang layak serta lingkungan yang asri.
Respons Cepat Terhadap Program Strategis Nasional
Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin, menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana pemerintah daerah merespons dan memfasilitasi kebijakan pusat agar relevan dengan kebutuhan lokal.
“Kami tengah menghitung secara detail berapa kebutuhan anggaran dan dukungan teknis yang diperlukan agar program 3 juta rumah ini berjalan maksimal di Sulawesi Barat. Ini bukan sekadar laporan, tapi bentuk nyata respons kepala daerah dalam menjemput program nasional demi kesejahteraan warga kita,” ujar Maddareski.
Sinergi Kesejahteraan dan Infrastruktur
Program pembangunan rumah ini dinilai sangat krusial bagi Sulbar, karena berkaitan langsung dengan dua pilar utama visi SDK-JSM:
- Peningkatan Kesejahteraan: Mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah untuk hunian.
- Pembangunan Infrastruktur: Menata kawasan permukiman yang lebih sehat, teratur, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Target Pelaporan Akurat
Melalui rapat persiapan ini, Dinas Perkimtanhub memastikan seluruh data pendukung (evident) terkait lahan dan perencanaan permukiman telah siap diinput ke dalam sistem evaluasi kinerja. Maddareski berharap, dengan koordinasi yang solid, Sulawesi Barat dapat menunjukkan performa terbaik dalam pelaksanaan program strategis nasional di tingkat daerah.
Dukungan anggaran yang terencana dengan baik diharapkan mampu menjadi stimulan bagi sektor perumahan di Sulbar, sehingga masyarakat segera merasakan manfaat dari kebijakan pembangunan hunian yang masif dan berkualitas. (Rls)







