Example 300250
DaerahMamuju

Dukung Pelayanan Prima Polri, Kabag Pelayanan Publik Sulbar Beri Masukan Strategis di FKP Polda

×

Dukung Pelayanan Prima Polri, Kabag Pelayanan Publik Sulbar Beri Masukan Strategis di FKP Polda

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat terus memperluas jangkauan pembinaan pelayanan publik lintas instansi. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Kabag Tatalaksana dan Pelayanan Publik, Subuki, sebagai narasumber utama dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, Rabu (25/2/2026).

​Sinergi ini merupakan bentuk nyata implementasi Misi Kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas di seluruh lini penyedia layanan publik.

Fokus Penyusunan Standar Pelayanan 2026

​Kegiatan yang berpusat di Aula Wedyatama Rorena Polda Sulbar ini dibuka langsung oleh Karo Rena Polda Sulbar, Kombes Pol Fadjar R. Rasjid. Agenda utama forum ini adalah penyusunan Standar Pelayanan untuk unit-unit vital seperti SIM, SKCK, Penegakan Hukum, dan SPKT Polda Sulbar Tahun 2026.

​Dalam paparannya, Subuki menekankan bahwa standar pelayanan masa depan harus mampu mengawinkan teknologi digital dengan nilai-nilai lokal.

​“Kedepannya, standar pelayanan harus berbasis digital dan kearifan lokal. Tujuannya jelas, mewujudkan pelayanan publik yang prima: mudah, cepat, transparan, akuntabel, dan yang terpenting adalah terbebas dari pungli, sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 2009,” tegas Subuki.

Penguatan Kompetensi dan Pengawasan Internal

​Selain memberikan materi teknis, Subuki juga memberikan masukan mendalam terkait draf Standar Pelayanan Publik Polda Sulbar 2026. Ia menggarisbawahi dua variabel kunci yang menentukan keberhasilan layanan, yakni kompetensi pelaksana dan ketajaman pengawasan.

​“Penyelenggara layanan harus menjamin kompetensi personelnya, mulai dari pengetahuan hingga keterampilan teknis. Di sisi lain, pengawasan internal dan pengawasan langsung oleh pimpinan satuan kerja menjadi benteng utama dalam menjaga integritas pelayanan,” tambahnya.

Partisipasi Publik dan Tokoh Masyarakat

​FKP ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat guna menjaring aspirasi, di antaranya aktivis pemuda Ashari Rauf, perwakilan BPJS, tokoh masyarakat, jurnalis, serta perwakilan pengguna layanan. Keterlibatan publik ini diharapkan mampu melahirkan standar pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat akan layanan kepolisian yang lebih modern dan humanis. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *