Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas sektor perikanan budidaya. Bersama Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Mamuju KKP, tim DKP Sulbar melakukan pengawasan lapangan terhadap tambak udang vaname di Desa Belang-Belang, Kecamatan Kalukku, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini merupakan implementasi arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menitikberatkan pada tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemajuan ekonomi masyarakat pesisir.
Pengawasan Bukan Penghambat Investasi
Kepala Dinas DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, menggarisbawahi bahwa kehadiran tim pengawas di lapangan bertujuan untuk melakukan pembinaan dan memastikan kepatuhan regulasi, bukan untuk mempersulit pelaku usaha.
“Pengawasan ini bukan untuk menghambat investasi, tetapi memastikan seluruh kegiatan budidaya berjalan sesuai standar. Kami ingin usaha tambak di Sulawesi Barat tumbuh subur, memberi manfaat ekonomi, namun tetap menjaga kelestarian ekosistem lingkungan,” tegas Safaruddin.
Dorong Percepatan Sertifikasi CBIB
Dalam tinjauan di lokasi tambak seluas 5 hektare tersebut, tim menemukan bahwa pelaku usaha telah memiliki dokumen dasar seperti NIB, KKPRL, hingga AMDAL. Namun, satu instrumen penting yakni sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) masih dalam proses penerbitan.
Safaruddin mendorong agar sertifikasi CBIB segera dirampungkan karena merupakan indikator vital dalam jaminan keamanan pangan dan kualitas produksi.
“Sertifikat CBIB sangat penting. Ini adalah jaminan bahwa produk udang kita dihasilkan melalui proses yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan CBIB, daya saing udang vaname Sulbar akan semakin kuat di pasar nasional maupun global,” tambahnya.
Menjaga Keseimbangan Ekosistem Pesisir
Udang Vaname merupakan komoditas unggulan Sulawesi Barat dengan nilai ekonomi tinggi. DKP Sulbar mengingatkan para pengusaha agar pengelolaan limbah dan kualitas air menjadi prioritas utama.
Melalui pengawasan rutin ini, pemerintah berharap industri udang vaname dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang. (Rls)







