Polman, 8enam.com.+Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat melakukan akselerasi penguatan unit pelaksana teknis sebagai ujung tombak ekonomi daerah. Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, melakukan kunjungan strategis ke UPTD Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang, Majene, Kamis (12/3/2026), sebelum bergabung dalam rombongan Safari Ramadhan Gubernur di Polewali Mandar.
Kunjungan ini menandai babak baru pengelolaan aset perikanan Sulbar yang diproyeksikan menjadi role model kemandirian fiskal daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengendalian inflasi pangan.
BBIP Poniang: Dari Pusat Benih Menuju Pusat Ekonomi
Dalam arahannya kepada Kepala UPTD BBIP Poniang yang baru, Zaehu M, Safaruddin menegaskan bahwa balai ini akan menjadi program prioritas pada tahun 2027. DKP Sulbar telah membentuk tim percepatan untuk memaksimalkan usulan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“UPTD BBIP Poniang harus inovatif. Balai ini bukan sekadar tempat pembenihan, tapi harus menjadi sumber PAD yang berkelanjutan. Saya instruksikan pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya produktif dan penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran bibit unggul secara luas,” tegas Safaruddin.
Selain penguatan infrastruktur, BBIP Poniang juga merencanakan efisiensi energi melalui pengadaan listrik tenaga surya serta perluasan kawasan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebagai bentuk syukur, pihak balai dijadwalkan menggelar panen ikan nila pada Sabtu (14/3/2026) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama warga sekitar.
Kehangatan di Rumah Jonga dan Penghormatan kepada Tokoh
Usai meninjau balai, rombongan DKP bergabung dengan Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam sesi terakhir Safari Ramadhan di kediaman almarhum Salim S. Mengga (Rumah Jonga), Polman. Momen ini menjadi sangat emosional saat keluarga almarhum, yang diwakili Fatmawati Salim, menyerahkan cenderamata sebilah keris kepada Gubernur SDK sebagai simbol ikatan persaudaraan yang kuat.
Sinergi Pembangunan dan Kepedulian Sosial
Gubernur Suhardi Duka dalam sambutannya menekankan bahwa sektor kelautan dan perikanan adalah kunci ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan di Sulawesi Barat.
”Melalui momentum Ramadan ini, kita perkuat komitmen membangun Sulbar yang maju. Pemerintah terus mendorong sektor produktif seperti perikanan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar SDK.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan Asuransi Jiwa kepada masyarakat sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial. Sinergi antara penguatan teknis di balai perikanan dan pendekatan sosial di masyarakat diharapkan mampu mempercepat realisasi visi Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera. (Rls)







