Example 300250
DaerahMamuju

Dispoparekraf Sulbar Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Penggerak Ekonomi di RKPD 2027

×

Dispoparekraf Sulbar Siapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sebagai Mesin Penggerak Ekonomi di RKPD 2027

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) diproyeksikan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat di masa depan. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, saat menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027 di Aula Andi Depu, Senin (9/2/2026).

​Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), tersebut menjadi momentum penting bagi Dispoparekraf untuk menyelaraskan program kepemudaan dan olahraga dengan visi besar pembangunan daerah yang inklusif.

Pariwisata dan Ekraf Jadi Prioritas Strategis

​Dalam forum tersebut, Gubernur SDK memaparkan tren positif pembangunan Sulbar yang tumbuh di atas rata-rata nasional sejak 2025. Menanggapi hal tersebut, Bau Akram Dai menyatakan bahwa Dispoparekraf siap mengambil peran dalam mempertahankan tren tersebut melalui penguatan sektor-sektor produktif berbasis kreativitas dan keunikan lokal.

​“Forum ini menjadi ruang krusial bagi kami untuk memastikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk sebagai prioritas pengungkit ekonomi daerah di RKPD 2027. Kami ingin kekayaan budaya dan alam Sulbar memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan masyarakat,” jelas Bau Akram.

Fokus pada Pengembangan Pemuda dan Olahraga

​Selain sektor ekonomi, Bau Akram juga menekankan pentingnya pengembangan kepemudaan dan olahraga yang berkelanjutan. Program-program di bidang ini diarahkan untuk mencetak generasi muda Sulbar yang kompetitif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

​Dispoparekraf Sulbar berkomitmen untuk:

  • Integrasi Wisata & Ekraf: Membangun ekosistem destinasi wisata yang terhubung langsung dengan produk kerajinan dan kuliner lokal.
  • Pemberdayaan Pemuda: Meningkatkan partisipasi pemuda dalam industri kreatif dan kepemimpinan daerah.
  • Prestasi Olahraga: Penguatan sarana dan prasarana olahraga untuk mendukung pembinaan atlet sejak dini.

Sinergi Lintas Sektor untuk Hasil Efektif

​Bau Akram menegaskan bahwa keberhasilan program Dispoparekraf tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi intensif dengan OPD lain—seperti infrastruktur untuk akses wisata dan Kominfo untuk promosi digital—serta keterlibatan aktif akademisi dan tokoh masyarakat.

​“Kami berkomitmen meningkatkan koordinasi lintas sektor. Tujuannya jelas, agar setiap program di bidang pariwisata, ekraf, pemuda, dan olahraga berjalan efektif dan mendukung penuh pencapaian target pembangunan Sulawesi Barat yang lebih maju,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *