Mamuju, 8enam.com.-Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat memanfaatkan momentum Halal Bihalal untuk melakukan konsolidasi total kekuatan aparatur. Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa penerapan sistem kerja fleksibel (Work From Home) pasca-Lebaran wajib dibarengi dengan disiplin tinggi dan output kerja yang terukur, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DiskominfoSS ini menjadi ajang evaluasi sekaligus penegasan atas instruksi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), mengenai transformasi pola kerja birokrasi yang modern namun tetap akuntabel.
WFH Terukur: Tempat Berbeda, Tanggung Jawab Sama
Ridwan Djafar mengingatkan seluruh jajarannya bahwa skema WFH yang diberlakukan secara terbatas bukanlah celah untuk mengendurkan produktivitas. Sebagai dinas yang mengawal transformasi digital daerah, DiskominfoSS harus menjadi contoh dalam pemanfaatan sistem absensi dan pelaporan kinerja berbasis aplikasi.
“WFH itu bukan libur. Kita hanya berpindah tempat kerja, namun tanggung jawab dan beban kerja tetap sama. Kehadiran dan kinerja harus tetap terpantau secara real-time melalui sistem yang tersedia. Jangan ada komitmen yang kendor hanya karena tidak berada di kantor,” tegas Ridwan Djafar.
Pengetatan Pengawasan Mulai Maret 2026
Kadis DiskominfoSS mengungkapkan bahwa jika pada Januari hingga Februari kebijakan kerja masih diberlakukan dengan fleksibilitas tinggi, maka memasuki akhir Maret ini pengawasan akan ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan target-target pembangunan digital dan keterbukaan informasi publik tetap tercapai secara optimal.
“Silaturahmi ini adalah penguat semangat. Kita jadikan titik awal pasca-Lebaran ini untuk meningkatkan kualitas kerja yang lebih berdampak nyata terhadap tata kelola pemerintahan daerah,” tambahnya.
Mendukung Visi Sulbar Maju dan Sejahtera
Momentum Halal Bihalal ini diharapkan mampu menyatukan kembali visi seluruh jajaran DiskominfoSS untuk tampil lebih optimal. Ridwan mengajak para ASN dan tenaga kontrak untuk terus berinovasi dalam menyajikan data statistik dan pengamanan persandian yang akurat guna mendukung pengambilan kebijakan Gubernur SDK yang tepat sasaran.
Dengan disiplin digital yang kuat, DiskominfoSS Sulbar optimis dapat menjadi motor penggerak birokrasi yang lincah (agile) demi mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan melek teknologi. (Rls)







