Mamuju, 8enam.com.-Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A & PMD) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mencerdaskan masyarakat. Hal ini tercermin dalam keterlibatan aktif mereka pada Rapat Harmonisasi Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca melalui Gerakan Sulbar Mandarras, Kamis (29/01/2026).
Gerakan ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk mendukung misi Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM) dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter melalui penguatan budaya literasi.
Integrasi Literasi dalam Program Sosial
Sekretaris Dinsos P3A & PMD Sulbar, Andi Muhammad Yasin, yang mewakili Kepala Dinas Darmawati, menekankan bahwa literasi tidak boleh berdiri sendiri sebagai kegiatan membaca semata. Literasi harus menjadi bagian integral dari pemberdayaan sosial masyarakat, terutama di wilayah pelosok.
“Kualitas sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat literasinya. Kami siap menyinergikan Gerakan Sulbar Mandarras ke dalam program-program pemberdayaan desa dan kelurahan, agar masyarakat desa memiliki wawasan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Andi Muhammad Yasin dalam rapat yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar tersebut.
Menjangkau Kelompok Rentan
Dalam forum koordinasi lintas perangkat daerah ini, Andi Muhammad Yasin menggarisbawahi pentingnya inklusivitas dalam gerakan literasi. Ia menginginkan agar payung hukum yang tengah disusun ini mampu menjamin akses bacaan bagi kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak di daerah terpencil.
“Sinergi antar-OPD adalah kunci. Kami berperan memastikan infrastruktur sosial di desa siap menjadi wadah bagi tumbuhnya kegemaran membaca,” tambahnya.
Payung Hukum Menuju Finalisasi
Rapat harmonisasi ini bertujuan untuk menyempurnakan substansi Ranpergub agar lebih implementatif saat diterapkan di lapangan. Dengan adanya payung kebijakan yang kuat, Gerakan Sulbar Mandarras diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi menjadi gerakan masif yang mengubah pola pikir masyarakat Sulawesi Barat menjadi lebih literat dan kompetitif di masa depan. (Rls)







