Mamuju, 8enam.com.-Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat memulai terobosan baru dalam memperkuat literasi komunikasi publik. Melalui gerakan KUSUKAI (Ikuti, Suka, Komen, dan Bagi), para Aparatur Sipil Negara (ASN) kini diarahkan untuk menjadi motor penggerak penyebaran informasi resmi pemerintah di media sosial.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), yang menginginkan media sosial resmi pemerintah menjadi kanal utama informasi yang cepat, akurat, dan mampu menangkal hoaks.
ASN sebagai “Influencer” Pemerintah
Penerapan gerakan ini dimulai dengan pengecekan langsung akun media sosial para ASN saat apel pagi, Rabu (28/01/2026). Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, memantau langsung partisipasi pegawai dalam mengikuti empat platform utama Pemprov Sulbar: TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube.
”Gerakan KUSUKAI bukan sekadar formalitas. Kita ingin membangun budaya digital di mana ASN hadir sebagai duta informasi pemerintah yang aktif. Jika seluruh ASN bergerak menyukai, berkomentar positif, dan membagikan konten resmi, maka jangkauan informasi pembangunan kita akan berkali lipat lebih luas,” tegas Ridwan Djafar.
Lawan Hoaks dengan Konten Positif
Selain memperluas jangkauan informasi program kerja, gerakan KUSUKAI juga diproyeksikan sebagai instrumen pertahanan di ruang digital. Partisipasi aktif ASN dalam berinteraksi di akun resmi diharapkan mampu memberikan klarifikasi terhadap informasi keliru atau hoaks yang beredar di masyarakat.
Keterlibatan ASN dinilai strategis karena mereka adalah representasi pemerintah di tengah lingkungan sosialnya masing-masing. Dengan membagikan konten resmi, ASN membantu masyarakat mendapatkan akses informasi yang valid dan terpercaya.
Transformasi Budaya Kerja Digital
Muhammad Ridwan Djafar berharap Gerakan KUSUKAI ini menumbuhkan tanggung jawab baru bagi ASN di era digital. “Kita ingin ASN Sulbar tidak hanya cakap secara administratif, tapi juga aktif, positif, dan bertanggung jawab di ruang digital demi kemajuan Sulawesi Barat,” pungkasnya. (Rls)







