Mamuju, 8enam.com.-Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tancap gas mematangkan strategi optimalisasi potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Dalam rapat target kinerja 2026, Dinas ESDM memaparkan ambisi besar mengelola potensi listrik EBT sebesar 1.800 Megawatt (MW) yang tersebar di wilayah Sulawesi Barat, Rabu (04/02/2026).
Langkah strategis ini merupakan penerjemahan visi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
Menyelaraskan Visi Presiden Prabowo Subianto
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, mengungkapkan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penguatan regulasi melalui penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Daerah (RUKD).
“RUKD adalah komitmen kami menyelaraskan kebijakan daerah dengan program Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan energi nasional berbasis EBT. Berdasarkan data RUPTL, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) kita mencapai 1.800 MW dan ini akan menjadi fokus utama pengembangannya,” jelas Qamaruddin.
Inovasi Biomassa dari Cangkang Sawit
Selain mengandalkan kekuatan air, Dinas ESDM Sulbar juga melirik sektor industri perkebunan sebagai sumber energi alternatif. Perusahaan kelapa sawit di Sulbar didorong untuk memanfaatkan biomassa berupa cangkang sawit sebagai bahan bakar pembangkit listrik mandiri.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi daerah, tetapi juga membantu menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan melalui pemanfaatan limbah industri.
Perjanjian Kinerja: Kerja Nyata di Tengah Keterbatasan
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menekankan bahwa seluruh rencana ini akan dituangkan dalam Perjanjian Kinerja yang mengikat secara akuntabel. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk melahirkan kebijakan strategis.
“Target kinerja kita harus menghasilkan dampak nyata. Melalui koordinasi lintas sektor, kita ingin mewujudkan tata kelola energi yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berdaya saing. Potensi 1.800 MW ini adalah masa depan ekonomi hijau Sulawesi Barat,” tegas Bujaeramy.
Selain fokus pada energi raksasa, Dinas ESDM tetap berkomitmen melanjutkan program kerakyatan seperti Listrik Gratis dan pembangunan listrik desa untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di wilayah terpencil. (Rls)







