Sabtu , November 29 2025
Home / Daerah / Bukan Sekadar Formalitas! Sekda Sulbar Bongkar Mitos Profesionalisme ASN : Digaji Rakyat, Wajib Jadi Agen Perubahan

Bukan Sekadar Formalitas! Sekda Sulbar Bongkar Mitos Profesionalisme ASN : Digaji Rakyat, Wajib Jadi Agen Perubahan


Mamuju, 8enam.com.-Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mendapat penekanan keras dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mengenai pentingnya menginternalisasi core values ASN dan profesionalisme sejati.

Berbicara dalam kegiatan Latihan Dasar (LATSAR) CPNS yang digelar secara virtual pada Selasa (25/11/2025), Junda Maulana mengingatkan bahwa tahapan LATSAR bukan hanya sekadar pemenuhan administrasi, melainkan wadah pembentukan karakter ASN yang berintegritas.

“Kalian ini sudah selangkah lebih maju. Tapi jangan anggap LATSAR ini hanya formalitas. Ini adalah bagian dari proses pembentukan saudara menjadi ASN yang profesional dan berintegritas,” tegas Junda.

Profesionalisme Tak Diukur Dasi dan Gadget Mahal

Dalam paparannya, Junda Maulana dengan tegas meluruskan pandangan umum mengenai profesionalisme. Ia menepis anggapan bahwa citra profesionalisme hanya diukur dari atribut luar seperti jenjang pendidikan tinggi, berpakaian rapi, atau kepemilikan gadget terbaru.

“Profesional itu tidak diukur dari dasi, HP mahal, atau gelar tinggi. Tapi dari cara kita melayani masyarakat dengan jujur, bertanggung jawab, dan sepenuh hati,” jelasnya.

Ia kemudian menyoroti berbagai realitas pahit di lapangan yang mencoreng citra pelayanan publik, mulai dari kantor pelayanan yang belum buka saat jam kerja, praktik pungutan liar (pungli), hingga prosedur pelayanan yang dipersulit tanpa standar yang jelas.

Tiga Bekal Utama Menjadi ASN Andal

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sekda Sulbar menyampaikan bahwa seorang ASN harus membekali diri dengan tiga hal utama, yaitu:

Kemampuan bekerja secara baik dan profesional.

Penguasaan Teknologi Informasi (IT).
Kemampuan komunikasi, termasuk penguasaan bahasa asing.

“Kalau seorang ASN tidak memiliki tiga hal ini, maka belum bisa dikatakan profesional,” ujarnya.

Junda juga memberikan peringatan keras, “Jangan berpikir karena sudah ASN lalu bisa santai. Kita digaji oleh rakyat, artinya kita adalah pelayan rakyat.”

Core Values “BERAKHLAK” Adalah Harga Mati

Lebih lanjut, Junda Maulana mengajak para peserta LATSAR untuk menanamkan visi karier dan mindset berkembang, serta bercita-cita menjadi pemimpin birokrasi di masa depan. Menurutnya, profesionalisme ASN dibentuk oleh kualifikasi, kompetensi, kinerja yang dirasakan masyarakat, sikap dan perilaku (terutama integritas dan kejujuran), serta dedikasi.

Puncak dari pesan tersebut adalah penekanan pada nilai utama ASN yang dikenal dengan core values “BERAKHLAK”, yaitu:
Berorientasi Pelayanan
Akuntabel
Kompeten
Harmonis
Loyal
Adaptif
Kolaboratif

“Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku kerja sehari-hari sebagai abdi negara,” tegasnya.

Mengakhiri materinya, Junda Maulana mengajak seluruh CPNS Pemkab Mamuju Tengah untuk menjadikan diri mereka sebagai agen perubahan birokrasi, yang mampu menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, bersih, dan solutif bagi masyarakat.

“Keberhasilan kita sebagai ASN bukan diukur dari pangkat, tapi dari seberapa besar masyarakat merasakan manfaat kehadiran kita,” tutupnya. (Rls)

Check Also

Berkelas Nasional : Kajian Peluang Investasi Industri Kopi Mamasa Masuk 10 Besar Memo Investasi Kementerian Investasi RI

Jakarta, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah Kajian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *