Mamuju, 8enam.com.-Kebijakan Work From Anywhere (WFA) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak menyurutkan gerak literasi di Tanah Malaqbi. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Sulbar memastikan layanan kunjungan fisik atau offline di ruang sirkulasi tetap beroperasi normal untuk melayani para pemustaka, Rabu (25/3/2026).
Langkah ini diambil guna menjamin kebutuhan referensi informasi dan riset bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum tetap terpenuhi tanpa hambatan administratif.
Pustakawan Tetap Siaga di Ruang Sirkulasi
Komitmen pelayanan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang menempatkan penguatan budaya literasi sebagai pilar penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpusip Sulbar, Syarkiah, menegaskan bahwa pengaturan jadwal piket pustakawan telah disusun secara sistematis agar layanan tatap muka tidak kosong.
”Meskipun saat ini masa WFA, kami di bagian sirkulasi tetap berkomitmen hadir secara fisik. Kami memahami bahwa tidak semua kebutuhan pemustaka bisa terpenuhi secara digital; banyak yang masih memerlukan pencarian referensi langsung di rak buku atau membutuhkan suasana tenang untuk membaca,” ujar Syarkiah saat ditemui di ruang layanan.
Akses Layanan Literasi yang Representatif
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas peminjaman dan pengembalian buku tetap berjalan tertib. Dinas Perpusip Sulbar menyediakan berbagai fasilitas utama yang dapat diakses publik, antara lain:
- Pendaftaran Anggota Baru: Proses cepat untuk akses koleksi lebih luas.
- Layanan Sirkulasi: Peminjaman dan pengembalian buku lintas kategori.
- Ruang Baca Umum: Fasilitas yang representatif dan nyaman bagi pengunjung.
Pendampingan Katalog Digital
Selain menyediakan akses fisik, para pustakawan juga tetap memberikan pendampingan bagi pengunjung yang kesulitan mencari judul buku melalui katalog. Upaya ini dilakukan agar proses pencarian informasi menjadi lebih cepat, efisien, dan memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi masyarakat.
Dengan tetap dibukanya layanan offline ini, Pemprov Sulbar membuktikan bahwa penyesuaian pola kerja ASN tidak mengurangi manfaat fasilitas pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (Rls)







