Example 300250
DaerahMamuju

BPBD Sulbar Perkuat Destana : Desa Harus Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

×

BPBD Sulbar Perkuat Destana : Desa Harus Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memacu penguatan program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana). Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk membangun masyarakat yang sadar, siap, dan mandiri dalam menghadapi potensi ancaman bencana di Bumi Manakarra.

​Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa pengembangan Destana adalah tindak lanjut dari arahan Gubernur Suhardi Duka (SDK) untuk memperkuat ketahanan daerah mulai dari unit terkecil, yakni desa dan kelurahan.

Membangun Ketangguhan Berbasis Pengetahuan

​Yasir Fattah menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan bencana bukan hanya pada kekuatan infrastruktur, melainkan pada kapasitas manusianya.

​“Ketangguhan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang kokoh, tetapi dari pengetahuan dan kesiapsiagaan warganya. Desa harus menjadi garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Yasir Fattah, Rabu (18/2/2026).

​Melalui program Destana, BPBD Sulbar memfokuskan penguatan pada beberapa poin strategis:

  • Pelatihan Kebencanaan: Meningkatkan skill warga dalam menangani situasi darurat.
  • Evakuasi Mandiri: Penyusunan rencana jalur evakuasi yang dipahami seluruh warga.
  • Relawan Desa: Pembentukan tim sigap bencana di tingkat lokal.
  • Sistem Peringatan Dini: Pengembangan alat peringatan berbasis kearifan lokal.

Inklusif: Ruang Aman bagi Kelompok Rentan

​BPBD Sulbar juga memastikan bahwa Destana dirancang menjadi ruang aman bagi semua lapisan masyarakat. Fokus perlindungan diberikan secara khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

​Dengan keterlibatan aktif kelompok rentan dalam simulasi bencana, diharapkan dampak risiko dapat diminimalkan dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan jauh lebih cepat.

Sinergi dan Gotong Royong

​Ketangguhan daerah tidak bisa dicapai secara parsial. Yasir Fattah mengajak seluruh pihak, mulai dari TNI-Polri, dunia usaha, hingga komunitas relawan, untuk bersinergi.

​“Semangat gotong royong adalah fondasi utama. Ketika masyarakat paham risiko dan tahu cara bertindak, kita telah selangkah lebih maju dalam melindungi Sulawesi Barat,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *