Sabtu , Februari 29 2020
Home / Daerah / Bendungan Kayuangin Jebol, Kejati Sulbar Diminta Turun Tangan

Bendungan Kayuangin Jebol, Kejati Sulbar Diminta Turun Tangan

Bendungan kayuangi/foto : Ist

Majene, 8enam.com-Jebolnya Bendungan Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene disebabkan gempa tahun lalu. Hal itu disampaikan oleh pihak Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen (Satker PPK) BWS III Sulselbar, Salehe saat dikomfirmasi via WhatsApp, Selasa (21/1/2020).

“Terkait degan masalah jebolnya bendung karena bendung memang sudah mengalami retak pasca gempa tahun lalu, itu yang menjadi pemicu terjadinya patahan,” kata Salehe.

Selain itu, ia juga menyebut faktor hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai tersebut, menjadi penyebab kedua, bendungan yang dibangun tahun 2013 dengan anggaran ratusan miliar dengan sistem multiyears contract, (sistem ini setiap tahun PPK menerima suntikan dana Rp10 miliar) jebol.

“Terkait dengan masalah jebolnya bendung karena pengaruh hujan ekstrim di hulu yang menyebabkan tiba-tiba banjir kemarin malam,” ungkapnya.

Untuk sementara kata Salehe, PPK melakukan koordinasi dengan pihak Pemda terkait jebolnya bendungan tersebut.

Sekertaris FBI Sulbar, Muh. Ramadhan

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPW Forum Bhayangkara Indonesia (Sulbar) Muh Ramadhan meminta Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulbar untuk turun tangan terkait soal dugaan kesalahan perencanaan pembangunan bendungan tersebut.

“Kejati harus turun melakukan investigasi terkait jebolnya tanggul yang merugikan negara ratusan miliar. Termasuk memanggil pihak Satker PPK, Kepala Santer BWS III, dan kontraktor,” tegasnya.

Ia juga akan melakukan konsultasi dengan Pimpinan KPK Bahri Bahuri yang akan berkunjung ke Sulbar, Rabu (22/1) besok. “Saya akan sampaikan masalah ini di depan publik, agar diusut serius,” tutupnya.

Sementara itu salah satu warga di Malunda, Jumaali meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan bendungan yang jebol.

“Kalau tidak kami akan demo. Karena masyarakat yang ada di hulu sungai Desa Lombong dan Lingkungan Banua bisa terkena air bah jika hujan turun,” tutupnya.

Sekedar diketahui, tanggul jebol terjadi Senin (20/1/2020) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. Warga bersyukur bendungan jebol pada malam hari. Mengingat di wilayah hulu dijadikan sebagai tempat wisata air dari Pemerintah Desa Kayuangin. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *