Mamuju, 8enam.com.-Masa depan maritim Sulawesi Barat (Sulbar) kini berada di pundak Generasi Z. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa penguasaan laut tidak cukup hanya secara fisik, melainkan harus dibarengi dengan pemahaman mendalam terhadap kearifan lokal dan filosofi bahari yang telah menjadi identitas daerah.
Hal ini ditegaskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar dalam dialog interaktif “Suara Nusantara” di RRI Mamuju, Rabu (28/01/2026). Pesan ini selaras dengan Panca Daya Ketiga Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga (JSM), yaitu membangun SDM Sulbar yang unggul dan berkarakter.
Sandeq : Dari Ritual ke Pengetahuan Sistematis
Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar, Angga Tirta Wijaya, menyoroti transformasi Festival Sandeq yang kini mulai menembus panggung internasional. Namun, ia mengingatkan bahwa kemegahan festival harus dibarengi dengan transfer pengetahuan kepada generasi muda.
“Harapan kami bagi Gen Z bukan hanya mewarisi laut karena tinggal di pesisir, tetapi mewarisi pengetahuannya. Nilai ritual, etos pelaut, hingga teknik navigasi tradisional Sandeq harus masuk ke ranah pendidikan sistematis, agar identitas kita tidak tergerus zaman,” ujar Angga.
Ia mencontohkan bagaimana Bali sukses mengelola identitas budayanya sebagai aset strategis pembangunan. Sulbar, melalui riset dan inovasi, diharapkan mampu melakukan hal serupa pada sektor maritimnya.
Membangun Karakter “Pelaut Tangguh”
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, dalam kesempatan terpisah menekankan bahwa filosofi Sandeq bukan sekadar tontonan, melainkan penggerak karakter manusia Sulbar. Nilai-nilai seperti integritas, keberanian, dan daya adaptasi yang dimiliki pelaut Sandeq harus meresap ke dalam diri setiap ASN dan generasi muda.
“Kita butuh generasi yang bermental juara. Nilai Sandeq mencerminkan ketangguhan. Kemajuan Sulbar tidak bisa hanya bertumpu pada fisik bangunan, tapi pada kekuatan karakter manusianya,” tegas Amujib.
Masyarakat Sebagai Subjek Pembangunan
Selain aspek budaya, Bapperida mendorong pergeseran paradigma di mana masyarakat, termasuk pemuda, menjadi subjek utama dalam pembangunan maritim. Melalui Musrenbang, aspirasi pengembangan budaya diserap untuk kemudian dijalankan dan diawasi bersama oleh masyarakat.
Dengan kolaborasi antara riset, kearifan lokal, dan semangat Gen Z, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimis identitas maritim akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pembangunan karakter yang berkelanjutan di masa depan. (Rls)







