Example 300250
DaerahMamasa

Spontan Hentikan Mobil Demi Mahasiswa! Wapres Gibran Cecar Soal Salah Desil Bansos Hingga Janji Kampus Negeri Mamasa

×

Spontan Hentikan Mobil Demi Mahasiswa! Wapres Gibran Cecar Soal Salah Desil Bansos Hingga Janji Kampus Negeri Mamasa

Sebarkan artikel ini

Mamasa, 8enam.com.-Sebuah momen langka dan emosional terjadi di jalanan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (02/11/2026). Saat hendak menuju Pasar Tumpah Mamasa, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka secara spontan menghentikan iring-iringan kendaraannya demi menemui langsung rombongan mahasiswa yang telah bersiap menyampaikan aspirasi.

​Bukan sekadar formalitas bersalaman, Gibran duduk mendengar jeritan hati para pemuda Mamasa yang menuntut perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM), karut-marut data bantuan sosial (Bansos), hingga minimnya fasilitas kebudayaan bagi generasi muda lokal.

​“Data Desil Pusat Sering Salah!” Mahasiswa Protes, Wapres Langsung Mengaku

​Salah satu persoalan krusial yang dilempar mahasiswa di hadapan Wapres adalah mengenai pendataan pengelompokan tingkat kesejahteraan (desil) penerima bansos. Mahasiswa mendesak agar kewenangan pendataan dikembalikan sepenuhnya ke daerah agar tepat sasaran.

​“Terkait desil, kami harap data pengelompokan desil ini dikembalikan ke daerah. Jangan dari pusat menurunkan desil yang tak akurat,” celetuk salah satu perwakilan mahasiswa.

​Tak membantah, Wapres Gibran blak-blakan mengakui adanya kekacauan data desil yang kerap merugikan warga miskin di lapangan.

​“Kemarin ada kasus, desilnya salah. Yang sebelumnya menerima bantuan, sekarang tidak menerima bantuan lagi. Itu ada mekanisme masa sanggah yang harus dikawal,” balas Wapres menanggapi problem validasi data tersebut.

​Mimpi Kampus Negeri dan Jeritan Ketiadaan Gedung Kesenian

​Selain polemik bansos, mahasiswa Mamasa blak-blakan menyuarakan ketertinggalan kualitas SDM akibat belum tersedianya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) serta Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah mereka.

​“Kabupaten Mamasa ini masih tertinggal terkait SDM. Kami berharap ke depannya ada kampus negeri di sini,” harap mahasiswa tersebut.

​Tak hanya itu, kekayaan adat dan budaya Mamasa yang tersohor dinilai kontradiktif dengan ketersediaan ruang ekspresi pemuda. Mahasiswa mengusulkan pembangunan Rumah Aspirasi Pemuda serta gedung kesenian.

​“Kami kekurangan bangunan di sini, gedung budaya dan kesenian tidak ada. Padahal Mamasa ini daerah budaya, tapi tidak ada ruang aktualisasi bagi generasi muda,” tambahnya.

​Seluruh masukan lisan serta dokumen aspirasi tertulis tersebut diterima langsung oleh Wapres Gibran sebagai bahan evaluasi dan prioritas pembangunan pemerintah pusat dalam menyokong potensi anak muda di pedalaman Sulawesi Barat.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *