Mamuju, 8enam.com.-Ratusan kali dentuman bencana alam menghantam Sulawesi Barat sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat merilis data mengerikan: terjadi sebanyak 745 kali bencana yang memicu korban jiwa, menghancurkan ratusan permukiman, hingga melalap ribuan hektare lahan di enam kabupaten.
Aksi tanggap darurat dan kesiapsiagaan ini digenjot menyusul arahan tegas dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dan Sekda Sulbar, Junda Maulana, yang meminta seluruh jajaran memantapkan respons cepat demi melindungi keselamatan warga.
Karhutla Menggila di Polman dan Majene, Karhutla Capai 549 Kasus
Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Sulbar, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendominasi secara brutal dengan mencatatkan 549 kejadian. Disusul kebakaran permukiman/gedung (96 kasus), tanah longsor (35 kasus), angin kencang (18 kasus), banjir (11 kasus), serta gempa bumi (11 kasus).
Dari sebaran wilayah, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi daerah paling membara dan paling rawan dengan 225 kejadian, disusul Kabupaten Majene (199 kejadian), Mamuju Tengah (108 kejadian), Mamasa (98 kejadian), Mamuju (78 kejadian), dan Pasangkayu (37 kejadian).
Duka Sulbar: 3 Tewas, Puluhan Ribu Jiwa Terancam & Hutan Melayang
Dampak yang ditimbulkan bencana sepanjang 10 bulan terakhir ini terbilang sangat memprihatinkan:
- Korban Jiwa: 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 1 orang hilang, dan 4 orang luka-luka.
- Manusia Terdampak: Menyasar 17.985 Kepala Keluarga (KK) atau setara 48.974 jiwa.
- Kerusakan Permukiman: 483 rumah terdampak (173 rusak berat, 71 rusak sedang, 164 rusak ringan, dan 75 terendam).
- Fasilitas Umum: 14 unit rusak, mencakup 7 sekolah, 2 fasilitas kesehatan, 1 rumah ibadah, 1 kantor, dan 3 jembatan putus/terdampak.
- Kerusakan Lingkungan: 1.566 area perkebunan warga dan 441,12 hektare hutan ludes terancam musnah.
Bahan Evaluasi Total: BPBD Imbau Warga Jangan Lengah
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa angka 745 kejadian ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan alarm keras untuk merombak total strategi mitigasi bencana.
“Data kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi dan dasar untuk memperkuat langkah pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, serta pemulihan pascabencana di seluruh wilayah Sulawesi Barat,” tegas Yasir Fattah di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).
Mengingat ancaman bencana yang masih tinggi, BPBD Sulbar mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan tidak ragu melaporkan potensi bahaya ke posko bencana terdekat demi meminimalkan jatuhnya korban jiwa baru.
Editor : Ammar







