Example 300250
DaerahMamuju

Berani Bicarakan Pahitnya Realita di Depan Wapres Gibran, Gubernur SDK: Kalumpang Butuh Bantuan Pusat!

×

Berani Bicarakan Pahitnya Realita di Depan Wapres Gibran, Gubernur SDK: Kalumpang Butuh Bantuan Pusat!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Suasana perayaan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) yang berlangsung meriah di Kabupaten Mamuju, Senin (2/11/2026), berubah menjadi panggung diplomasi penting bagi kemajuan Sulawesi Barat.

​Di hadapan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan ribuan masyarakat yang hadir, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara terbuka dan blak-blakan membongkar fakta pahit terkait keterisolasian infrastruktur di tanah peradaban tua tersebut.

​Ungkap Kegembiraan Warga, Tapi Ogah Tutup Mata Soal Pembangunan

​Mendampingi langsung Wapres Gibran di lokasi perayaan, Gubernur SDK tak menampik betapa bahagianya masyarakat Kalumpang atas kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu. Antusiasme warga pedalaman yang menyambut kedatangan Wapres terasa begitu emosional.

​”Saya melihat wajah masyarakat begitu bangga dan bahagia. Mereka sangat senang karena didatangi pejabat utama Indonesia, yaitu Bapak Wakil Presiden,” ungkap Suhardi Duka.

​Namun, di balik riuk sukacita perayaan, SDK enggan membiarkan momen emas ini berlalu begitu saja tanpa menyuarakan penderitaan warganya yang puluhan tahun merindukan akses jalan layak.

​“Masa Jabatan Saya Habis, Jalan Belum Tentu Selesai”

​Dengan jujur, SDK membeberkan keterbatasan APBD Provinsi Sulbar yang membuat pembangunan jalan ke wilayah pedalaman Kalumpang berjalan terseok-seok. Tanpa suntikan dana dari APBN dan instruksi presiden/wapres, perbaikan jalan ke Kalumpang terancam memakan waktu belasan tahun.

​”Jalannya belum sampai. Kami di provinsi hanya mampu membangun sekitar 2 sampai 3 kilometer dalam satu tahun. Kalau tidak ada bantuan dari Bapak Wakil Presiden untuk menyelesaikan akses menuju Kalumpang dan desa-desa lainnya, saya kira sampai masa jabatan saya berakhir, jalan itu belum tentu selesai,” tegas SDK tanpa basa-basi di hadapan Wapres Gibran.

​Masyarakat Kultural dan Toleran Layak Dapat Keadilan Pembangunan

​SDK menekankan bahwa Kalumpang bukan sekadar wilayah terpencil, melainkan tanah leluhur bermartabat yang memiliki peradaban tua, kekayaan budaya luar biasa, serta rekam jejak masyarakat yang sangat toleran dan beradab.

​”Tanah Kalumpang adalah tanah leluhur dengan budaya yang sudah tua di Sulawesi Barat. Masyarakatnya sangat kultural, toleran, dan memiliki budaya yang lembut,” ujarnya.

​Melihat kontribusi besar masyarakat Kalumpang dalam menjaga kerukunan dan perjalanan demokrasi bangsa, SDK menegaskan bahwa warga Kalumpang sangat layak mendapatkan hak yang sama atas pemerataan infrastruktur, sarana publik, dan fasilitas pemerintahan dari pemerintah pusat.

​Kini, bola panas pembangunan jalan Kalumpang berada di tangan pusat. Akankah jeritan jujur Gubernur SDK di depan Wapres Gibran ini menjadi kunci pembuka isolasi jalan di pedalaman Sulawesi Barat?

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *