Mamuju, 8enam.com.-Di tengah modernisasi zaman, kenyataan pahit masih menyelimuti puluhan ribu warga di Sulawesi Barat. Terkuak data mengejutkan bahwa sebanyak 36.000 Kepala Keluarga (KK) di Sulbar hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik.
Menghadapi keterbatasan APBD dan APBN yang tak sanggup menanggung seluruh biaya, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), langsung mengambil langkah tak biasa. Pemerintah Provinsi Sulbar resmi “menyeret” dan menggandeng perusahaan-perusahaan swasta—khususnya dari sektor pertambangan—untuk ambil bagian membebaskan warga miskin dari kegelapan.
Langkah berani ini dikukuhkan lewat penandatanganan kesepakatan bersama program inovatif bernama Pelita Sulbar (Pemberdayaan Listrik Terintegrasi untuk Sulawesi Barat) yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Jumat (30/10/2026).
Solusi Cerdas di Tengah Defisit Anggaran
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh jadi alasan untuk membiarkan rakyat berselimut kegelapan. Mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menjadi jurus ampuh mengatasi ketimpangan ini.
”Jadi Sulbar itu saat ini masih defisit 36.000 KK yang belum berlistrik. Kemampuan fiskal APBD maupun APBN sangat terbatas, jadi kita menempuh segala cara, salah satu di antaranya menarik sektor pertambangan untuk berkontribusi melalui CSR,” tegas Bujaeramy.
Kabar baiknya, lewat aksi cepat program Pelita Sulbar ini, tahap awal pemasangan listrik gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun siap dinikmati oleh 21 rumah tangga sasaran. Seluruh operasional dan biaya pemasangan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
Baru 91 Persen Melek Listrik: 5 Perusahaan Perdana Jadi Pelopor
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagalistrikan ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, membeberkan bahwa Rasio Elektrifikasi di Sulbar saat ini baru menyentuh angka 91,02 persen. Artinya, ada sekitar 9 persen wilayah Sulbar yang masih terisolasi dari akses energi dasar.
”Muncullah inisiatif membangun kerja sama dengan para pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, utamanya listrik hemat dan murah,” jelas Qamaruddin.
Sebagai momentum pembuka, sebanyak lima perusahaan telah resmi berkomitmen dan memasang badan dalam program Pelita Sulbar. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu domino bagi puluhan perusahaan swasta lainnya di Sulbar untuk mengulurkan tangan.
Mampukah kolaborasi taktis antara Pemprov Sulbar dan raksasa swasta ini menyapu bersih kegelapan 36.000 KK hingga ke pelosok? Publik kini menanti gebrakan lanjutan dari pilar Pelita Sulbar!
Editor : Ammar







