Example 300250
DaerahMamuju

Kendalikan Inflasi dan Pasokan Beras-Cabai, Dinas Pangan Sulbar Launching SIM-PEL PANGAN!

×

Kendalikan Inflasi dan Pasokan Beras-Cabai, Dinas Pangan Sulbar Launching SIM-PEL PANGAN!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Langkah progresif dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pasokan pangan terus ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Melalui Dinas Pangan Daerah Sulbar, Pemprov resmi meluncurkan aplikasi SIM-PEL PANGAN (Sistem Informasi Manajemen Pelaku Usaha Pangan) di Aula Kantor Dinas Pangan Sulbar, Kamis (15/10/2026).

​Peluncuran sistem digital berbasis peta koordinat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar, Suyuti Marzuki, serta dihadiri perwakilan Perum Bulog, lintas OPD, tim kerja neraca pangan, hingga jajaran dinas kabupaten se-Sulbar yang bergabung secara daring melalui Zoom Meeting.

​Hadirnya SIM-PEL PANGAN menjadi terobosan strategis untuk menyokong visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) dalam membangun tata kelola pemerintahan modern berbasis data (evidence-based policy) dan memperkuat kemandirian pangan daerah.

​Kadis Pangan Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa akurasi data pelaku usaha pangan hingga tingkat tapak merupakan kunci utama dalam memetakan ketersediaan komoditas serta mengantisipasi gejolak harga pasar.

​”Data yang valid dan terintegrasi sangat kita butuhkan sebagai dasar perencanaan kebijakan. Lewat aplikasi ini, pemantauan stok, pemetaan rantai pasok, hingga penyusunan Proyeksi Neraca Pangan Wilayah Sulawesi Barat dapat dilakukan secara real-time dan presisi,” terang Suyuti.

​Koordinator Kegiatan, Bidasari, menjelaskan bahwa SIM-PEL PANGAN dirancang untuk menghimpun data rinci para pelaku usaha pangan—mulai dari identitas, alamat, titik koordinat geografis (geotagging), kapasitas produksi, hingga kelayakan sertifikasi.

​Pada tahap awal pengenalan sistem, sejumah pelaku usaha dan kelompok tani (poktan) strategis telah diintegrasikan ke dalam basis data, di antaranya:

​Sektor Ritel/Distributor: Toko Sinas Kelapa Tujuh, Toko Mama Udhin, Toko Mandar Mala’bi, dan Toko Sembako.

Sektor Produsen Komoditas Holtikultura: Poktan Sirannuang 2 (Komoditas Bawang Merah) serta Poktan Sese Mekar (Komoditas Cabai Merah & Cabai Rawit).

​Selain memperkuat digitalisasi data, inovasi yang lahir dari Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) ini diharapkan mempererat kolaborasi antara Pemprov Sulbar, Pemkab, Bulog, dan para pedagang/petani untuk memutus mata rantai pasok yang tidak efisien.

​Dengan slogan “Data Terintegrasi, Informasi Akurat, Kebijakan Pangan Lebih Tepat Sasaran”, SIM-PEL PANGAN siap menjadi benteng digital Pemprov Sulbar dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *