Example 300250
DaerahMamuju Utara

Bukan Sekadar Main Medsos: Program ‘Senter KIM’ Dobrak Literasi Digital Warga Pasangkayu dari Akar Rumput

×

Bukan Sekadar Main Medsos: Program ‘Senter KIM’ Dobrak Literasi Digital Warga Pasangkayu dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

Pasangkayu, 8enam.com.-Arus digitalisasi kini tak lagi hanya berputar di kawasan perkotaan. Melalui terobosan baru bertajuk Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM), warga di tingkat akar rumput Kabupaten Pasangkayu mulai disiapkan menjadi pemain kunci di ruang digital.

​Program inisiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka ini resmi bergulir di Pasangkayu pada Jumat (21/8/2026). Tujuannya jelas: mengubah cara masyarakat mengonsumsi dan memproduksi informasi di era serba cepat.

​Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik (Kominfopers) Pasangkayu, Zulfikar, menyambut langkah ini sebagai momentum penting bagi transformasi daerah.

​”Arus digitalisasi tidak bisa dihindari, melainkan harus kita adaptasi dengan bijak. Lewat program ini, KIM diharapkan mampu mengambil peran penting sebagai motor penggerak literasi digital langsung di tengah warga,” tegas Zulfikar.

Senjata Baru Komunikasi Publik: Konten Kreatif

​Selama ini, pesan pembangunan kerap terbentur bahasa birokrasi yang kaku. Kehadiran KIM yang dibekali keterampilan digital dirancang untuk memecah kebuntuan tersebut melalui pendekatan yang lebih segar dan membumi.

Jembatan Informasi: Menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan warga secara langsung lewat bahasa yang sederhana.

Produksi Konten Menarik: Pelatihan difokuskan pada penguasaan pembuatan konten kreatif agar informasi publik tidak membosankan dan tepat sasaran.

Benteng Hoaks Lokal: Memperkuat daya kritis komunitas dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial.

​Dengan bekal keterampilan teknis ini, komunitas lokal di Pasangkayu tidak lagi sekadar menjadi penonton di ruang digital, melainkan pelopor yang menggerakkan ekonomi dan literasi dari desa.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *