Mateng, 8enam.com.-Suasana haru dan penuh sukacita menyelimuti warga Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Bangunan megah Gereja Toraja Mamasa akhirnya resmi berdiri kokoh usai diresmikan langsung oleh Bupati Mamuju Tengah, H. Arsal Aras.
Peresmian ini bukan sekadar seremonial potong pita biasa. Di hadapan ratusan jemaat dan tokoh masyarakat yang hadir, Arsal Aras menyampaikan rasa kagum dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong warga yang berhasil merampungkan pembangunan rumah ibadah tersebut.
Lantas, pesan mendalam apa saja yang disampaikan orang nomor satu di Mamuju Tengah ini?
”Bukan Cuma Semen dan Batu, Tapi Dibangun Lewat Kasih”
Dalam sambutannya, Bupati Arsal Aras menegaskan bahwa berdirinya gereja tersebut merupakan bukti nyata dari keikhlasan, doa, serta kerja keras seluruh jemaat yang bahu-membahu tanpa kenal lelah.
Kekompakan jemaat ini dinilainya sebagai contoh konkret dari kekuatan kebersamaan warga di bumi Lalla Tassisara.
”Atas nama Pemkab Mamuju Tengah, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Kekompakan ini adalah teladan. Ketika kebersamaan menjadi kekuatan, tidak ada cita-cita yang mustahil untuk diwujudkan,” ujar Arsal bangga.
Rumah Ibadah Sekaligus Pusat Pembinaan Karakter
Lebih lanjut, Arsal Aras berpesan agar keberadaan gereja tidak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah secara ritual semata. Lebih dari itu, gereja harus menjadi pusat edukasi, tempat pembinaan moral generasi muda, serta pusat gerakan sosial bagi masyarakat sekitar.
Ia mendorong jemaat untuk menjadikan gereja sebagai wadah menguatkan warga yang lemah, saling berbagi, dan menghadirkan harapan bagi sesama tanpa membeda-bedakan.
Rawat Toleransi di Tanah Perantauan
Sebagai daerah yang dihuni oleh beragam suku dan agama, Bupati mengajak seluruh warga Tobadak dan Mamuju Tengah pada umumnya untuk terus menjaga iklim toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini sudah terjalin sangat harmonis.
”Di Mamuju Tengah kita hidup dalam keberagaman yang indah. Perbedaan keyakinan tidak pernah menghalangi kita untuk saling membantu dan bergandengan tangan membangun daerah. Rumah ibadah yang kokoh dibangun dengan batu dan semen, tetapi rumah Tuhan yang sesungguhnya dibangun dengan kasih dan persaudaraan,” tegasnya.
Peresmian Gereja Toraja Mamasa ini diharapkan menjadi angin segar yang memperkokoh tali silaturahmi, menjaga kedamaian, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Mamuju Tengah.
Editor : Ammar







