Mamuju, 8enam.com.-Pidato tak biasa disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), saat memimpin Apel Pagi Virtual lingkup Pemprov Sulbar pada Senin (3/8/2026). Di hadapan para kepala instansi, Gubernur blak-blakan menguliti kondisi ekonomi nasional hingga dampak undang-undang terhadap kewenangan daerah.
Apel virtual yang diikuti jajaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar ini membedah isu-isu krusial—mulai dari kritik terhadap sistem ekonomi neoliberal, ketimpangan angka Gini Ratio, hingga tergerusnya kewenangan Pemkab dan Pemprov akibat UU Cipta Kerja di sektor pertambangan serta kehutanan.
Lantas, pesan mendalam apa yang disampaikan Gubernur SDK dan bagaimana respons responsif dari Dinas ESDM Sulbar?
Bedah Ekonomi ala Prabowo Hingga Persoalan DBH
Dalam arahannya, SDK membandingkan tren pertumbuhan ekonomi nasional dan menyoroti angka Gini Ratio Indonesia yang berada di level 0,363—sebuah sinyal bahwa ketimpangan sosial-ekonomi masih tergolong tinggi.
Ia menekankan pentingnya pendekatan ekonomi somitronomik yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yakni memperbesar peran negara melalui BUMN, BUMD, Koperasi, dan UMKM agar Sumber Daya Alam (SDA) benar-benar dikelola kembali untuk kesejahteraan rakyat.
Gubernur juga menyoroti potensi Pajak Daerah dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum maksimal, seraya mengingatkan ASN agar tetap optimis dan loyal menjalankan program intervensi terpadu di sektor kesehatan, pendidikan, dan penurunan angka stunting.
”Tantangan terbesar kita adalah korupsi, otonomi daerah, serta regulasi yang membatasi kewenangan daerah di sektor minerba. Namun, ASN harus tetap optimis dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tegas SDK.
Dinas ESDM Sulbar Siap Ambil Langkah Cepat
Merespons arahan tajam Gubernur SDK, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, yang menyimak apel bersama jajarannya menyatakan siap pasang badan untuk membenahi tata kelola energi dan pertambangan di Sulawesi Barat.
Bujaeramy menegaskan bahwa keterbatasan kewenangan di era UU Cipta Kerja tak akan menyurutkan langkah Dinas ESDM Sulbar untuk memastikan pengelolaan SDA berjalan secara adil, transparan, dan berkelanjutan.
”Kami di Dinas ESDM siap mendukung penuh arahan Bapak Gubernur. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan serta peningkatan pelayanan di bidang ketenagalistrikan,” ujar Bujaeramy usai apel.
Dengan komitmen ini, Dinas ESDM Sulbar bertekad mengawal seluruh potensi energi daerah agar hasilnya bisa dirasakan langsung oleh warga Sulawesi Barat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Editor : Ammar







