Mamuju, 8enam.com.-Hidung tenggat waktu kian dekat. Berdasarkan instruksi Kementerian Sosial, ratusan peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju dijadwalkan resmi masuk dan menghuni asrama pada 31 Juli 2026.
Tak ingin ada kendala di hari H, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, turun langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Selasa (28/7/2026).
Sesuai arahan Gubernur Suhardi Duka, Junda menyisir setiap sudut bangunan—mulai dari ketersediaan air bersih, ruang kelas, hingga asrama—demi memastikan kelayakan tempat tinggal para siswa.
Lantas, bagaimana hasil sidak tersebut? Apakah proyek fasilitas pendidikan ini benar-benar siap menampung ratusan anak?
Siap Tampung 270 Siswa SD hingga SMA
Dari hasil peninjauan lapangan, gedung sekolah dan fasilitas utama dipastikan telah sanggup menampung 270 peserta didik, dengan rincian:
- Siswa SD: 90 Anak
- Siswa SMP: 90 Anak
- Siswa SMA: 90 Anak
Tersedia 9 ruang kelas berkapasitas 30 siswa per kelas, ditambah 2 unit gedung asrama yang sudah siap huni. Ketersediaan air bersih dan fasilitas pendukung lainnya pun telah rampung, meski fasilitas dapur untuk sementara masih memanfaatkan bangunan temporer.
Di depan pelaksana proyek, Sekda Sulbar melontarkan peringatan keras agar tidak ada alasan keterlambatan.
”Saya meminta kepada Satker dan pelaksana untuk memastikan bahwa ketika anak-anak datang pada 31 Juli nanti, semuanya sudah siap. Kalau tidak siap, tentu akan mendapat teguran!” tegas Junda Maulana.
Keamanan Siswa Jadi Sorotan: Proyek Belum Selesai Harus Disekat!
Project Manager proyek, Febriyan Sihombing, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju secara keseluruhan saat ini berada di angka 80 persen. Mengingat masih ada pengerjaan rintisan yang akan berlanjut hingga akhir Agustus, Junda memberikan instruksi khusus terkait faktor keselamatan anak-anak.
Sistem Blokir/Sekat: Kawasan yang masih dalam tahap konstruksi wajib dipasangi sekat rapat agar tidak membahayakan siswa saat beraktivitas.
Fasilitas Belajar Aman: Dipastikan aktivitas pengerjaan fisik tidak mengganggu kenyamanan proses belajar-mengajar.
Tunggu ‘Ketok Palu’ dari Kementerian Sosial
Meski aspek fisik bangunan untuk 270 siswa dinyatakan siap, Sekda Sulbar menggarisbawahi bahwa masih ada beberapa hal penting yang kini tengah digodok oleh Kementerian Sosial.
Di antaranya adalah penyelesaian verifikasi penetapan nama-nama siswa tambahan, penugasan para guru, kepala sekolah, petugas keamanan, hingga tim pengelola dapur.
”Mudah-mudahan dalam satu sampai dua hari ke depan semuanya dari kementerian sudah jelas, sehingga pada 31 Juli nanti kita benar-benar siap menyambut anak-anak,” tutup Junda.
Editor : Ammar







