Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat menyusun peta jalan kesehatan untuk tahun 2026. Melalui Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang), seluruh pemangku kepentingan sektor kesehatan berkumpul untuk membahas Desk Bidang Kesehatan, Senin (06/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula DKPPKB Sulbar ini dihadiri oleh jajaran Bapperida Sulbar, Dinas Kesehatan dari enam kabupaten, serta perwakilan rumah sakit provinsi dan daerah se-Sulawesi Barat.
Sinkronisasi Pusat dan Daerah
Pembahasan desk ini merupakan langkah krusial untuk menyelaraskan program kesehatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Tujuannya agar setiap anggaran yang dikeluarkan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Langkah ini merupakan implementasi dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya efisiensi belanja daerah tanpa mengurangi kualitas penanganan isu strategis. Gubernur menginginkan perencanaan daerah tetap mengakomodasi program nasional dalam bingkai visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.
6 Isu Prioritas Kesehatan 2026
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, memaparkan sejumlah agenda besar yang akan menjadi tulang punggung perencanaan kesehatan tahun 2026, di antaranya:
-
- Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Penguatan layanan dasar bagi ibu hamil dan balita.
- Penanganan Stunting: Percepatan penurunan angka tengkes secara terintegrasi.
- Cek Kesehatan Gratis: Perluasan akses deteksi dini penyakit bagi masyarakat.
- Layanan Kesehatan: Penguatan fasilitas dan kualitas pelayanan di RS dan Puskesmas.
- Penanganan Tuberkulosis (TB): Penguatan pelacakan dan pengobatan penderita.
- Program Makan Bergizi Gratis: Dukungan daerah terhadap program strategis nasional untuk perbaikan gizi.
“Program-program ini adalah perhatian utama kita. Melalui Rakortekrenbang, kita ingin memastikan arah pembangunan kesehatan di Sulbar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar dr. Nursyamsi.
Perencanaan yang Terintegrasi
Senada dengan hal tersebut, Kasubag Keuangan dan Aset Provinsi Sulbar, Rendi Rivaldy, berharap forum ini menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih terarah dan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan adanya koordinasi yang solid antara kabupaten dan provinsi, DKPPKB Sulbar optimistis tantangan kesehatan di masa depan dapat dihadapi dengan program yang lebih terintegrasi dan anggaran yang lebih akuntabel.
Editor: Ammar







