Mamuju, 8enam.com.-Kecepatan akses terhadap stok darah seringkali menjadi penentu antara hidup dan mati dalam situasi kegawatdaruratan medis. Menyadari hal tersebut, RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi memperkuat sinergi melalui koordinasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UPTD Pengelola Darah, Senin (06/04/2026).
Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Kepala Bidang Penunjang RSUD Sulbar ini dihadiri oleh jajaran manajemen rumah sakit bersama tim teknis dari UPTD Pengelola Darah. Fokus utamanya adalah menjamin ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu bagi seluruh pasien.
Langkah Strategis Keselamatan Pasien
Direktur RSUD Sulbar, dr. Musadri Amir Abdullah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi mutu pelayanan rumah sakit. Dengan sistem yang terintegrasi, kendala pemenuhan darah diharapkan dapat diminimalisir.
”Kerja sama ini adalah langkah strategis. Kami ingin memastikan kebutuhan darah bagi pasien terpenuhi secara optimal, sehingga pelayanan bisa lebih cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya,” ujar dr. Musadri.
Langkah ini juga menjadi perwujudan dari program Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan yang merata.
Standar Kualitas dan Distribusi Efisien
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai aspek teknis mulai dari sistem penyimpanan hingga distribusi darah agar tetap sesuai standar medis yang ketat.
Plt. Kasubag Umum dan Kepegawaian UPTD Pengelola Darah, Ida Supiani, menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam menyuplai kebutuhan darah bagi rumah sakit plat merah tersebut.
- Jaminan Kualitas: Darah yang disalurkan dipastikan melalui proses skrining yang ketat.
- Efisiensi Distribusi: Memperpendek alur birokrasi pengambilan darah untuk kebutuhan mendesak.
- Manajemen Stok: Koordinasi rutin untuk memantau ketersediaan golongan darah tertentu yang sering mengalami kelangkaan.
Efektivitas Pelayanan Kegawatdaruratan
Dengan adanya penguatan PKS ini, RSUD Sulbar optimistis operasional tindakan medis, terutama operasi besar dan penanganan trauma, dapat berjalan lebih efektif.
Sinergi antarinstansi ini diharapkan menjadi model pengelolaan fasilitas penunjang medis yang efisien, transparan, dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Barat yang membutuhkan pertolongan medis cepat.
Editor: Ammar







