Mamuju, 8enam.com.-Semangat kebersamaan menyelimuti lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengawali pekan ini. Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memimpin langsung apel besar yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal bersama seluruh jajaran pejabat dan staf lingkup Pemprov Sulbar, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mencairkan sekat birokrasi dan mempererat hubungan kerja pasca-perayaan hari besar keagamaan, guna memastikan roda pemerintahan berjalan di atas landasan solidaritas yang kuat.
Lebih dari Sekadar Formalitas Jabatan Tangan
Usai pelaksanaan apel, Gubernur Suhardi Duka menekankan bahwa Halal Bihalal merupakan ruang bagi pimpinan dan staf untuk saling memahami. Ia menggarisbawahi bahwa tradisi berjabat tangan yang dilakukan bukan sekadar seremoni rutin, melainkan jembatan emosional antarpegawai.
“Halal Bihalal adalah momentum untuk kita saling memahami antara pejabat dengan staf. Jabat tangan itu adalah keterpautan antara hati. Ada perbedaan mendalam saat kita menyampaikan permohonan maaf secara lisan yang disertai dengan sentuhan jabatan tangan,” ujar Gubernur SDK.
Membangun Harmoni di Lingkungan Kerja
Meskipun prosesi bersalaman memakan waktu yang cukup panjang karena diikuti oleh ribuan aparatur, Gubernur SDK menilai hal tersebut sebagai investasi sosial yang sangat berharga bagi organisasi. Menurutnya, keharmonisan internal adalah kunci efektivitas pelayanan publik.
“Kita lakukan hari ini, jabatan tangan semuanya. Walaupun prosesnya panjang, itu adalah bagian dari upaya menautkan hati antara pimpinan dengan staf yang ada di Provinsi Sulbar. Hubungan yang harmonis akan melahirkan kerja tim yang jauh lebih solid,” tuturnya.
Sinergi Baru Pasca-Lebaran
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap adanya energi baru dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan. Kedekatan pimpinan dan staf diharapkan mampu menghilangkan hambatan komunikasi, sehingga visi pembangunan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera dapat diakselerasi dengan semangat gotong royong.
Prosesi yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ramah tamah singkat, menandai dimulainya kembali aktivitas perkantoran dengan semangat integritas dan profesionalisme yang lebih segar. (Rls)







