Jakarta, 8enam.com.-Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, menghadiri acara Buka Puasa Bersama yang diselenggarakan oleh Direksi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Restoran Caping Gunung, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Acara ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para Kepala Badan Penghubung Provinsi se-Indonesia, jajaran pimpinan TMII, serta para Kepala Museum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan langkah dalam menjaga warisan budaya bangsa di tengah era digitalisasi.
TMII sebagai Warisan Bermakna bagi Generasi Mendatang
Dalam sambutannya, Direktur Operasional TMII yang baru, Dede Noviardi, menekankan bahwa TMII merupakan legacy atau warisan penting bagi generasi depan. Di tengah arus digitalisasi, TMII berkomitmen untuk tetap menjadi pusat informasi perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya Indonesia.
“Semoga melalui acara ini, TMII bersama para Pimpinan Penghubung dan Museum dapat melangkah bersama menuju pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat luas. TMII akan terus memberikan warisan bermakna bagi generasi yang akan datang,” ujar Dede Noviardi.
Implementasi Panca Daya Melalui Kolaborasi Antar-Daerah
Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, menyampaikan bahwa forum silaturahmi ini sangat vital bagi perwakilan daerah di Jakarta. Selain berbagi pengalaman dalam pengelolaan anjungan daerah, pertemuan ini juga menjadi wadah koordinasi menyusul adanya pergantian struktur pada Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).
Menurut Gemilang, penguatan kerja sama antar-penghubung ini selaras dengan misi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
“Semangat kebersamaan ini sejalan dengan Panca Daya Gubernur SDK, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Melalui silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar-pimpinan penghubung, kita dapat memperkuat jalinan kerja sama untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih berkualitas di masa mendatang,” ungkap Gemilang Sukma.
Momentum Perubahan Struktur Organisasi
Acara tersebut juga menandai fase baru dalam koordinasi stakeholder di lingkungan TMII dengan diumumkannya perubahan struktur Direksi TMII serta penyegaran kepemimpinan di tingkat Badan Penghubung dan Pimpinan Anjungan.
Kegiatan yang berlangsung dalam nuansa keakraban ini ditutup dengan tausiyah dan doa bersama, mempertegas komitmen seluruh perwakilan provinsi untuk terus bersinergi dalam mempromosikan potensi daerah dan menjaga keutuhan budaya Indonesia dari ibu kota. (Rls)







