Example 300250
DaerahMamuju

Kultum di Musholla Panca Daya, Gubernur Suhardi Duka Urai 4 Pilar Utama Kekuatan Bangsa

×

Kultum di Musholla Panca Daya, Gubernur Suhardi Duka Urai 4 Pilar Utama Kekuatan Bangsa

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memberikan siraman rohani pasca-salat Dzuhur berjamaah di Musholla Panca Daya, Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Kamis (19/2/2026). Dalam kultum tersebut, SDK memaparkan esensi dari pemikiran ilmuwan Islam, termasuk Imam Al-Ghazali, mengenai empat prasyarat utama agar sebuah bangsa berdiri kokoh dan mendapatkan rahmat Tuhan.

​Di hadapan para pimpinan OPD dan staf, Gubernur menekankan bahwa keempat pilar ini bukan sekadar teori, melainkan fondasi operasional dalam membangun daerah dan negara.

1. Kasih Sayang Pemimpin terhadap Rakyat

​SDK menegaskan bahwa pemimpin adalah sentral dari perubahan. Nasib sebuah bangsa sangat bergantung pada kebijakan yang lahir dari hati seorang pemimpin yang mencintai rakyatnya.

​“Pemimpin menjadi sentra sumber perubahan. Jika pemimpinnya baik dan mendasarkan keputusannya pada kasih sayang serta kepentingan publik, maka Insya Allah bangsa itu akan baik,” tutur Suhardi Duka.

2. Kedekatan Ulama dan Umara (Pemerintah)

​Pilar kedua adalah sinergi antara ilmu dan kebijakan. Gubernur mengingatkan bahwa pemerintah memerlukan nasihat dan bimbingan dari para ulama agar jalannya pemerintahan tetap berada di jalur yang benar. Ia mencontohkan bagaimana negara-negara kuat dunia menempatkan ilmu pengetahuan dan nilai spiritual sebagai bagian dari struktur kepemimpinan.

3. Kedermawanan Para Pengusaha

​Sektor ekonomi memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan sosial. SDK memperingatkan bahaya sifat kikir bagi orang-orang kaya.

“Jika orang kaya kikir, akan terjadi ketimpangan. Ketimpangan menciptakan ketidakadilan, kecemburuan, dan dengki, yang menjadi sumber kejahatan. Namun, jika pengusaha memenuhi zakat dan bersedekah, bangsa akan mendapatkan rahmat Allah SWT,” ujarnya.

4. Keadilan Para Hakim (Penegakan Hukum)

​Sebagai tiang terakhir, Gubernur menyoroti pentingnya integritas di lembaga peradilan. Baginya, hukum adalah kompas moral sebuah bangsa yang tidak boleh dikompromikan.

“Keadilan hakim adalah tiang tegaknya kedamaian. Jika hukum bisa diperjualbelikan, itu tanda bangsa sedang rusak. Penegakan hukum yang adil adalah syarat mutlak negara yang kuat,” tegas SDK.

Momentum Refleksi Ramadan

​Kultum ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN Pemprov Sulbar agar dalam menjalankan tugas pemerintahan, mereka selalu menjunjung tinggi nilai kasih sayang, ilmu, kedermawanan, dan keadilan. Gubernur berharap, momentum Ramadan ini dapat memperkuat komitmen aparatur dalam mengabdi kepada masyarakat Sulawesi Barat dengan cara-cara yang lebih humanis dan berintegritas. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *