Example 300250
DaerahMamuju

Salat Tarawih Perdana, Gubernur Suhardi Duka Kenang Almarhum Salim S. Mengga : “Perbaiki Diri Selagi Ada Kesempatan”

×

Salat Tarawih Perdana, Gubernur Suhardi Duka Kenang Almarhum Salim S. Mengga : “Perbaiki Diri Selagi Ada Kesempatan”

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menunaikan salat tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Suada, Mamuju, Rabu (18/2/2026) malam. Mengenakan baju koko putih polos, Gubernur hadir didampingi Sekda Sulbar Junda Maulana dan sejumlah pimpinan OPD, membaur bersama jemaah di saf terdepan.

​Suasana haru sempat menyelimuti saat Gubernur memberikan sambutan di atas mimbar. Ia mengajak jemaah mengenang siklus kehidupan melalui sosok mendiang Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga.

Refleksi Kehidupan dan Kerinduan pada Almarhum Wagub

​Gubernur SDK mengingatkan bahwa kesempatan bertemu dengan Ramadan adalah nikmat yang luar biasa, mengingat banyak kerabat yang telah berpulang ke rahmatullah dalam setahun terakhir.

​“Kita patut bersyukur masih diberi umur. Tahun lalu, almarhum Bapak Salim S. Mengga masih salat tarawih bersama kita di sini. Itulah siklus kehidupan; ada yang hidup, pasti ada yang mati. Karena hari ini kita masih bernapas, maka perbaikilah kehidupan kita selagi ada kesempatan,” tutur Suhardi Duka dengan nada bergetar.

Pesan Kesederhanaan dan Keseimbangan Sosial

​Di hadapan jemaah, Gubernur menekankan bahwa Ramadan adalah momentum untuk menanggalkan sifat hedonisme dan mengendalikan hawa nafsu. Ia berpesan agar masyarakat tetap hidup sederhana dan saling menopang tanpa memandang kasta sosial.

​”Bagi yang berada di jabatan tinggi, tetaplah rendah hati dan hidup sederhana. Bagi yang merasa di bawah, jangan pesimis; roda kehidupan berputar, besok lusa mungkin Anda yang di atas. Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah dukung yang kuat agar terjadi keseimbangan dalam kehidupan kita,” pesannya.

Zakat, Sedekah, dan Kemajuan Daerah

​Gubernur juga mengaitkan esensi Ramadan dengan semangat kebersamaan dalam membangun Sulawesi Barat. Ia mencatat dalam 10 tahun terakhir, Sulbar menunjukkan tren positif, termasuk penurunan angka pengangguran. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan tersebut harus dibarengi dengan kesalehan sosial.

​“Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi. Perbanyak sedekah, bukan dilihat dari nilainya, tapi dari nawaitu atau niat tulusnya,” pungkas Suhardi Duka.

​Ibadah salat tarawih perdana ini berlangsung khidmat dan tertib, menandai dimulainya bulan suci Ramadan sebagai momentum pembersihan diri bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *