Example 300250
DaerahMamuju

Kepala Biro Pemkesra Sulbar : Kesejahteraan Rakyat adalah Fondasi Utama Kekuatan Daerah

×

Kepala Biro Pemkesra Sulbar : Kesejahteraan Rakyat adalah Fondasi Utama Kekuatan Daerah

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menegaskan komitmennya untuk menerjemahkan visi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), ke dalam program nyata yang menyentuh masyarakat. Hal ini disampaikan merespons arahan Gubernur dalam apel virtual yang menekankan pentingnya ketangguhan daerah di tengah dinamika global, Rabu (18/2/2026).

​Murdanil menilai, pesan Gubernur mengenai klasifikasi kekuatan negara (statecraft) merupakan pengingat bagi seluruh aparatur agar Sulawesi Barat tidak menjadi daerah yang rapuh dalam percaturan nasional.

Integritas dan Pelayanan Publik sebagai Kekuatan

​Mengutip prinsip Si vis pacem, para bellum (jika ingin damai, bersiaplah hadapi tantangan) yang disampaikan Gubernur, Murdanil memaknainya sebagai spirit bagi birokrasi untuk selalu siap menghadapi perubahan zaman melalui inovasi dan integritas.

​“Dalam konteks birokrasi, kesiapan itu berarti memperkuat pelayanan publik dan menjaga integritas. Kita harus mengambil teladan dari tokoh seperti Umar bin Khattab dalam memisahkan urusan negara dan pribadi. Itulah fondasi birokrasi yang unggul,” ujar Murdanil.

Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat

​Sejalan dengan prinsip kejayaan Kekaisaran Ottoman yang dikutip Gubernur, Murdanil menekankan bahwa negara atau daerah yang kuat senantiasa ditopang oleh kemakmuran rakyat serta pemerintahan yang bersih dan adil.

​“Biro Pemkesra berkomitmen memastikan program keagamaan, pendidikan, dan sosial berjalan optimal. Rakyat yang sejahtera dan bahagia adalah elemen penting dari kekuatan daerah kita,” tegasnya.

Optimisme di Jalur yang Benar

​Terkait pencapaian ekonomi Sulbar tahun 2025 yang tumbuh 5,36 persen—melampaui angka nasional—Murdanil menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata kerja kolektif. Menghadapi tantangan efisiensi anggaran di tahun 2026, ia mengajak seluruh ASN untuk tidak surut semangat.

​“Tantangan tahun 2026 memang berat, namun dengan optimisme dan koordinasi lintas sektor, kita pasti bisa melaluinya. Apalagi menjelang bulan suci Ramadan, setiap pekerjaan harus kita landaskan pada niat ibadah agar menjadi energi moral dalam melayani masyarakat,” tutup Murdanil. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *