Mamuju, 8enam.com.-Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), memimpin upacara virtual yang diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (18/2/2026). Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya penguatan mental dan penerapan statecraft dalam menghadapi tantangan anggaran tahun 2026.
Prestasi Ekonomi di Atas Nasional
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, Gubernur SDK membawa kabar optimistis mengenai performa ekonomi daerah. Untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat berhasil melampaui rata-rata nasional.
“Hampir 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita jarang berada di atas nasional. Bahkan sempat ditargetkan hanya 3,85 persen. Namun, berkat kerja keras dan doa, kita mampu tumbuh 5,36 persen pada 2025,” ungkap Suhardi Duka.
Prestasi ini juga diikuti dengan keberhasilan menekan angka kemiskinan sebesar 0,6 hingga 0,7 persen. Capaian ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Barat mulai bergerak secara inklusif dan berada pada jalur yang benar (on the right track).
Menghadapi Tahun Efisiensi dengan Integritas
Gubernur mengakui bahwa tahun 2026 merupakan tahun yang berat bagi birokrasi akibat adanya kebijakan efisiensi dan pemotongan anggaran yang signifikan. Namun, ia meminta ASN untuk tidak pesimis dan tetap mengedepankan integritas.
“Saya tidak pesimis. Kuncinya adalah niat yang baik, mental yang kuat, dan kekompakan. Datanglah ke kantor bukan sebagai beban, tetapi sebagai bentuk pengabdian. Jadikan setiap pekerjaan sebagai ibadah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterampilan statecraft—pengelolaan pemerintahan secara cerdas dan handal—sebagaimana arahan Presiden RI, guna memastikan pelayanan publik tetap berkualitas meski dengan keterbatasan anggaran.
Momentum Spiritual Menjelang Ramadan
Menutup arahannya, Gubernur SDK menyampaikan permohonan maaf dan mengajak seluruh ASN menyambut bulan suci Ramadan dengan sukacita.
“Marhaban ya Ramadan. Semoga bulan suci ini menjadi momentum pembersihan diri dan penguatan komitmen kita dalam membangun daerah. Seluruh ASN di Sulawesi Barat adalah saudara-saudara saya dalam perjuangan ini,” pungkasnya. (Rls)






